Final Piala Dunia 2018: Difavoritkan, Prancis Tak Boleh Lengah

Prancis (Reuters/Lee Smith)
14 Juli 2018 17:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW — Pada final Euro 2016, Prancis lebih difavoritkan ketimbang Portugal. Selain menjadi tuan rumah, tim berjuluk Ayam Jantan juga memiliki pengalaman lebih banyak dibandingkan Cristiano Ronaldo cs. yang belum pernah meraih gelar di turnamen besar.

Apalagi, Prancis membawa modal meyakinkan dengan mengalahkan Jerman untuk lolos ke final. Prancis pun mengalami overconfidence ketika benar-benar bertarung melawan Portugal di Stade de France, Paris, dua tahun silam. Hasilnya, semua tahu, mereka akhirnya menelan kekalahan menyakitkan setelah pemain Portugal, Eder, mencetak gol di babak extra time.

Situasi Prancis menjelang final Piala Dunia 2018 ini hampir sama seperti sebelum mereka menginjakkan kaki di babak pamungkas Euro dua tahun silam. Prancis difavoritkan ketika bertemu Kroasia  di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB. Maklum, tim berjuluk Ayam Jantan tersebut jauh lebih berpengalaman ketimbang Kroasia yang belum pernah merasakan titel turnamen besar. Antoine Griezmann dkk. juga membawa modal meyakinkan dengan menekuk tim bertabur bintang, Belgia, di semifinal.

Tapi, Prancis sudah belajar dari kegagalan mereka di final Euro 2016 silam. Les Bleus, julukan lain Prancis, pun pantang meremehkan lawan mereka. “Saya tidak akan bohong. Di Euro, kami pikir semuanya sudah selesai. Kami bicara ke diri sendiri, kami sudah menang setelah mengalahkan Jerman, itu final sesungguhnya bagi kami,” jelas gelandang Prancis, Paul Pogba, seperti dilansir Telegraph.co.uk, Jumat (13/7/2018).

“Sekarang kami waspada. Kami tidak ingin mengulang kesalahan. Kami akan persiapan dengan berdeda [dibanding dua tahun lalu]. Kami benar-benar ingin final kali ini,” sambungnya.

Pogba tak sendiri. Pemain Prancis, Olivier Giroud dan Samuel Umtiti, juga belajar dari kesalahan Ayam Jantan yang mabuk kemenangan melawan Jerman sehingga mereka tidak fokus saat melawan Portugal di final Euro dua tahun lalu.

“Setelah semifinal, menang melawan Jerman, kami sedikit euforia, tapi melawan Belgia berbeda. Ini perasannya tidak sama, kami tahu kami masih punya satu laga lagi untuk dimenangi. Kami sudah sejauh ini sampai di sini dan kami tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini sekarang,” jelas Giroud.

Dalam sejarah, Les Bleus mencicipi lima partai final di turnamen besar. Tiga kali menang dan dua kali kalah. Ironisnya, kekalahan itu terjadi secara back-to-back dalam dua final terakhir mereka di major tournament, masing-masing takluk dari Italia pada Piala Dunia 2006 dan dikandaskan Portugal di Euro 2016.