Final Piala Dunia 2018: Mbappe atau Modric yang Berjaya?

Kylian Mbappe (Reuters/Pilar Olivares)
14 Juli 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW – Kylian Mbappe dan Luka Modric. Dua pemain itu tidak hanya akan tampil maksimal demi membawa negara masing-masing menjadi juara Piala Dunia 2018 ketika Prancis bertemu Kroasia di Luhzniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB.

Mbappe dan Modric juga akan bersaing untuk meraih Golden Ball alias Bola Emas di Piala Dunia kali ini. Sejumlah bursa taruhan memasang Mbappe  dan Modric sebagai kandidat pemain terbaik di turnamen sepak bola paling akbar di dunia ini. Hal itu bisa dimaklumi, karena bintang Prancis dan Kroasia itu benar-benar tampil memukau selama di Rusia.

Mbappe menjadi pencetak dribel di Piala Dunia 2018. Pemuda 19 tahun ini mengemas 52 dribel, mengungguli Neymar (Brasil) dengan 46 dribel dan Eden Hazard (Belgia) dengan 43 dribel. Sementara Modric antara lain sebagai gelandang metronom yang mampu mengemas 412 operan, di mana 289 terjadi di setengah lapangan daerah lawan dan 147 operan di sepertiga serangan.

Aksi magis Mbappe dan Modric pun diharapkan kembali terlihat pada duel pamungkas di Luzhniki Stadium. Siapa pun yang bisa membawa negara masing-masing menjadi juara, kemungkinan dia akan dinobatkan sebagai perah Golden Ball.

Namun, tidak ada jaminan Golden Ball akan jatuh ke pemain yang negaranya menjadi juara. Misalnya pada Piala Dunia 2014 lalu. Saat itu, Golden Ball diraih bintang Argentina, Lionel Messi. Padahal, Messi gagal membawa Argentina mengalahkan Jerman di partai pamungkas.

Yang mencengangkan, peraih Golden Ball di Piala Dunia kerap kali gagal meraih Ballon d’Or pada tahun yang sama. Bahkan, upaya menyandingkan Golden Ball Piala Dunia dengan trofi pemain terbaik di dunia, Ballon d’Or, seolah hanya mitos sejak 1982.

Pemain Italia, Paolo Rossi, yang membawa Italia mengalahkan Jerman Barat di final Piala Dunia 1982 ditahbiskan sebagai peraih Golden Ball kala itu. Pada tahun yang sama, mantan striker Juventus tersebut juga meraih Ballon d’Or. Tapi sejak Rossi mengawinkan Golden Ball dan Ballon d’Or pada 1982, belum ada satu pun pemain yang bisa melakukan hal serupa lagi.

Bahkan Messi juga gagal, karena ketika dia meraih Golden Ball di Piala Dunia 2014, Ballon d’Or tahun tersebut jatuh ke tangan musuh bebuyutannya, Cristiano Ronaldo. Modric sebenarnya memiliki peluang untuk menjadi pemain pertama yang mampu mengawinkan dua penghargaan individu prestisius tersebut sejak Paolo Rossi.

Bersama Real Madrid, Modric meraih trofi Liga Champions pada 2017/2018 yang bisa dijadikan modal untuk memenangi Ballon d’Or 2018. Nah, jika dia bisa membawa Kroasia juara, bukan mustahil eks pemain Tottenham Hotspur akan mengangkat Golden Ball. “Semua orang bertanya kepadaku mengenai itu, namun saya tidak terbebani soal itu,” ujar Modric di Dailymail.co.uk, Jumat (13/7/2018).