Juara III Piala AFF U-19, Bukti Indonesia di Atas Thailand & Vietnam

Timnas Indonesia U-19 menjelang laga melawan Malaysia di semifinal Piala AFF U-19, Kamis (12/7/2018). (Twitter - @pssi)
14 Juli 2018 17:32 WIB Adib Muttaqin Asfar Indonesia Share :

Solopos.com, SIDOARJO -- Indonesia akhirnya keluar sebagai juara ketiga Piala AFF U-19 setelah menaklukkan Thailand dengan skor 2-1. Syahrian Abimanyu mencetak gol kedua Indonesia di babak kedua meski dibalas dengan 1 gol dari Thailand.

Thailand yang sudah merasakan berbahayanya serangan Indonesia selalu berupaya memainkan tempo permainan menjadi lebih lambat. Namun mereka terus melakukan pressing ketat di setengah lapangan di babak pertama.

Tokopedia

Namun di babak kedua, Indonesia bermain dengan tempo lebih cepat dan lepas dari upaya Thailand memperlambat permainan. Hal ini juga tak lepas dari masuknya Egy Maulana Rivki menggantikan Feby Eka Putra yang mencetak gol di menit 35.

Masuknya Egy mengubah pola serangan Indonesia. Jika sebelumnya serangan di sayap kiri mengandalkan kecepatan dan umpan silang Feby atau David Rumakeik, kini serangan lebih dominan di sayap kanan.

Hasilnya Egy, Rafli Mursalim, Witan Sulaeman, dan Todd Rivaldo Ferre bergantian menciptakan peluang. Meski tak mencetak gol, Egy mencatatkan satu assist untuk gol Syahrian Abimanyu.

Setelah pertandingan usai, Egy tak bisa bangkit dari lapangan. Egy pun ditandu keluar oleh tim medis dengan masker oksigen. Indonesia pun mengakhiri turnamen ini dengan catatan meyakinkan, mengalahkan dua tim terkuat Asia Tenggara, Vietnam dan Thailand.

Babak I

Sebenarnya, Thailand sudah memberikan tekanan di menit-menit awal ke pertahanan Indonesia. Tekanan itu membuahkan dua peluang yang hanya melebar dari sasaran.

Indonesia baru menunjukkan taringnya pada menit ke-5. Serangan yang dibangun dari tengah melalui umpan satu dua diakhiri dengan tembakan keras Syahrian Abimanyu ke gawang Thailand. Sayangnya kiper Thailand masih mampu memblok tembakan itu.

Semenit kemudian, Rafli yang mendapatkan bola menusuk ke kotak penalti Thailand. Rafli mendapatkan dorongan bek Thailand dan terjatuh, namun wasit tidak menganggap aksi bek Thailand itu sebagai pelanggaran.

Berikutnya, bola lebih banyak berkutat di lapangan tengah. Baik Indonesia maupun Thailand sama-sama jarang memberikan tekanan ke daerah pertahanan lawan. Para pemain belakang Thailand juga tampak berhati-hati dan tidak meninggalkan pos mereka.

Menit 25, permainan dari kaki ke kaki oleh tiga gelandang Indonesia diakhiri umpan terobosan Rifad Marasabessy ke depan. Sayang, tembakan Syahrian Abimanyu masih melambung di atas mistar gawang. Tak sampai semenit kemudian, Feby yang berdiri bebas di depan kotak penalti melepaskan tendangan langsung namun masih lemah.

Indonesia terus menekan dan memaksa para pemain Thailand bertahan di sepertiga lapangan. Dalamnya garis pertahanan Thailand membuat umpan kaki ke kaki sulit menembus. Hal itu membuat Indonesia membuat percobaan tembakan jarak jauh untuk memecah kebuntuan.

Pada menit 30 Luthfi melakukan percobaan dengan melepaskan tendangan dari jarak sekitar 20 meter ke gawang Thailand. Namun bola masih melambung tinggi di atas mistar gawang.

Upaya Indonesia baru berbuah gol melalui upaya keras Feby yang bergerak dari sayap kiri pada menit 35. Tusukannya diakhiri dengan tembakan dari sudut sempit yang sempat membentur sisi kiri gawang Thailand. Indonesia unggul 1-0.

Feby kembali mengulangi upayanya menusuk di sayap kiri namun bisa diblok bek Thailand. Di menit-menit akhir babak pertama, Thailand mulai bangkit menekan. Hasilnya, dua kali tembakan jarak dekat ke gawang dilepaskan para striker Thailand pada menit 45 meski bisa diblok oleh Kadek.

Pertandingan memanas di perpanjangan waktu saat Sittichok memprovokasi dengan mengganggu Abimanyu. Todd Rivaldo yang tak terima memegang kepala Sittichok hingga terjadi keributan. Gelandang muda asal Papua itu pun diganjar kartu kuning.

Babak II

Menit 51, Thailand mendapatkan hadiah tendangan bebas. Sittichok yang mengeksekusi tendangan bebas tak mampu mengarahkan bola tepat sasaran.

Sementara itu, Indonesia terus melakukan tekanan melalui kedua sisi sayap. Di sayap kanan, Feby yang disokong David Rumakeik kembali mengancam melalui umpan silang. Begitu pula di sisi kanan melalui Witan Sulaeman dan Rafli Mursalim.

Abimanyu kembali menjadi sasaran pelanggaran gelandang Thailand di menit 58. Tak lama kemudian, serangan dari sayap kanan Indonesia kembali membuahkan peluang bersih. Witan Sulaeman yang tidak terkawal melepaskan tendangan keras ke gawang meski masih bisa diblok kiper Thailand.

Menit 60, Feby yang sudah kelelahan akibat naik turun di sayap kiri, akhirnya ditarik keluar. Pelatih Indra Sjafri menggantinya dengan memasukkan Egy Maulana Vikri.

Tak butuh waktu lama, Egy langsung memberikan kontribusinya di lapangan tengah. Pemain junior Lechia Gdansk itu melepaskan umpan terobosan untuk David meski dipotong bek Thailand.

Menit 66, sebuah kemelut terjadi setelah tendangan sudut di sisi kanan pertahanan Thailand. Tercatat dua kali tembakan mengarah ke gawang Thailand namun bisa diblok barisan pertahanan lawan.

Thailand meresponsnya dengan serangan balik yang berbuah tendangan on target yang bisa dihalau kiper Muhammad Aqil Savik. Semenit kemudian, tendangan bebas Thailand juga tepat mengarah ke gawang dan lagi-lagi bisa ditepis oleh Savik.

Indonesia kembali mengancam melalui sayap kanan. Menyambut bola hasil tusukan Todd Rivaldo, Witan mendekati gawang Thailand meski tendangannya dihalau kiper lawan.

Pada menit 80, Todd Rivaldo kembali melakukan akselerasi dengan bola di sayap kanan. Bukannya menendang ke gawang, Rivaldo melepas umpan matang yang memanjakan Egy. Sayang, tendangan kaki kiri Egy masih belum menemui sasaran.

Dua menit kemudian, Egy yang mendapatkan bola di posisi yang sama, memilih untuk melepaskan umpan kepada Abimanyu. Gelandang Sriwijaya FC itu melepas tendangan keras dari luar kotak penalti dan menembus sisi kanan gawang Thailand. Indonesia unggul 2-0.

Namun, barisan pertahanan Indonesia kehilangan fokus. Di menit 86, sebuah umpan silang ke depan gawang tak mampu dihalau Kadek maupun Nurhidayat. Akibatnya, Savik harus berhadapan langsung dengan pemain Thailand yang muncul dari belakang dan menyundul bola. Skor berubah lagi 2-1.

Thailand pun berupaya habis-habisan mengurung pertahanan Indonesia untuk mengejar selisih 1 gol. Berkali-kali Aqil Savik harus jatuh bangun menahan bola. Aksi gemilang Savik membuat skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.