Prediksi Final Piala Dunia 2018 Prancis Vs Kroasia: Kejutan Berlanjut?

Prancis vs Kroasia (Reuters)
15 Juli 2018 14:55 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW — Piala Dunia untuk underdog. Begitulah tulis beberapa media-media Eropa menyusul banyaknya kejutan selama di Rusia.

Kejutan di Piala Dunia 2018 sudah terjadi sejak fase grup. Kejutan itu dimulai ketika juara dunia dua kali, Argentina, ditahan imbang tim semenjana, Islandia, 1-1 di Grup D. Setelah itu, berbagai kejutan seolah tak pernah berhenti, mulai dari tersingkirnya juara bertahan Jerman dari fase grup, keberhasilan tuan rumah Rusia mengeliminasi Spanyol di babak 16 besar, hingga didepaknya Brasil oleh Belgia di perempat final.

Tokopedia

“Ini Piala Dunia terbaik yang pernah ada,” ujar Presiden FIFA, Gianni Infantino, seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Tidak sedikit yang bertanya-tanya apakah kejutan juga akan kembali terjadi di final? Pada babak pamungkas, Prancis yang pernah menjuarai Piala Dunia 1998 akan bertemu Kroasia di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (22/7/2018) pukul 22.00 WIB.

Meski belum pernah mengantongi gelar di turnamen besar, lolosnya Kroasia ke babak pamungkas bukan karena faktor keberuntungan. Tim berjuluk Vatreni ini menembus final dengan menolak kelelahan kendati bermain selama 360 menit, karena harus adu penalti melawan Denmark di babak 16 besar dan Rusia di perempat final, plus bermain lewat babak perpanjangan waktu kontra Inggris di semifinal.

Kroasia menjadi negara ke-13 yang akan merasakan partai pamungkas dalam sejarah Piala Dunia. Apakah angka ke-13 itu berarti pertanda kesialan bagi Kroasia? Atau justru Luka Modric dkk. akan meneruskan tren kejutan di Piala Dunia 2018 dengan mengalahkan tim favorit Prancis di babak final?

“Kami masih punya waktu untuk mewujudkan mimpi kami, kami semakin dekat [menjuarai Piala Dunia]. Ketika kami melihat kinerja kami, kami mengejutkan dunia dan fenomenal. Kami bukan tim besar, namun kami punya pemain-pemain hebat, yang bisa membawa kami mencapai kejayaan,” jelas Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, seperti dilansir Fifa.com, Sabtu (14/7/2018).

Dalic membandingkan timnya dengan Yunani di Euro 2004. Saat itu, Yunani tidak diperhitungkan masuk bursa juara. Namun, Negeri Para Dewa tersebut menahbiskan diri sebagai juara setelah menaklukkan tuan rumah Portugal di babak final. Perbedaannya, Kroasia mengusung gaya permainan menyerang di Piala Dunia 2018, sedangkan Yunani lebih mengedepankan sepak bola pragmatis di Euro 2004.

“Tidak ada yang percaya mereka [Yunani] bisa juara [Euro], namun mereka kompak dan kerja samanya bagus,” ujar Dalic.

Kroasia pantas optimistis jika menengok kiprah tim debutan final Piala Dunia. Dua debutan final Piala Dunia terakhir selalu mengakhiri babak pamungkas sebagai juara, yakni Prancis pada 1998 dan Spanyol pada 2010. Kali terakhir tim debutan final Piala Dunia yang gagal meraih trofi yakni Belanda ketika dipecundangi Jerman Barat 1-2 pada babak pamungkas Piala Dunia 1974 alias 44 tahun silam.