Prediksi Final Piala Dunia 2018: Full-Back Bisa Jadi Kunci

Benjamin Pavard (Reuters/Pilar Olivares)
15 Juli 2018 16:40 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW — Tidak sedikit yang terkejut dengan keputusan Pelatih Prancis, Didier Deschamps, memasukkan dua full-back Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez, dalam starting XI timnya di Piala Dunia 2018.

Deschamps sebenarnya masih memiliki nama-nama yang lebih beken di poisisi full-back, seperti Djibril Sidibe dan Banjamin Mendy. Namun, pelatih yang akrab disapa Didi tersebut lebih memercayakan Pavard di pos full-back kanan, dan Hernandez di posisi sebaliknya.

Tokopedia

Hernandez dan Pavard seolah memiliki kemiripan hingga disebut full-back kembar. Kedunya sama-sama berusia 22 tahun. Tugas dan peran mereka juga nyaris sama, seperti fungsi full-back modern yakni ikut naik membantu serangan dari sayap tapi harus cepat kembali ke belakang ketika musuh menyerang.

Keduanya semakin mirip karena sempat sulit menembus starting line-up di klub masing-masing, Pavard bersama Stuttgart dan Hernandez di Atletico Madrid. Namun, keduanya bisa mengatasi masalah itu dan mendapat panggilan ke Piala Dunia. Bahkan, peran Pavard dan Hernandez di Piala Dunia 2018 sangat vital bagi tim berjuluk Les Bleus ini.

“Enam bulan lalu, saya tidak membayangkan akan dipanggil masuk tim nasional, dan ternyata saya di sini, dan akan bermain di final Piala Dunia,” jelas Pavard yang mencetak gol indah ke gawang Argentina di babak 16 besar, seperti dilansir Fifa.com, Sabtu (14/7/2018).

Akselerasi Pavard dan Hernandez akan mendapat saingan dari dua full-back Kroasia, Sime Vrsaljko dan Ivan Strinic pada babak final di Luzhniki Stadium, Moskow, Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB. Sama seperti Pavard dan Hernandez, Vrsaljko dan Strinic seperti pahlawan tanpa tanda jasa bagi timnya. Mereka tidak sepopuler playmaker Luka Modric, gelandang Ivan Rakitic, winger Ivan Perisic, atau striker Mario Mandzukic di skuat berjuluk Vatreni.

Namun, pean Vrsaljko dan Strinic cukup vital dalam membantu pertahanan maupun serangan dari sayap. Dalam data Whoscored, Vrsaljko mengemas satu assist, serta rata-rata menciptakan satu operan kunci per laga dan satu umpan silang per pertandingan. Sedangkan Strinic memproduksi 0,6 operan kunci per laga dan 0,2 crossing per pertandingan.