Deretan Pemain Kalah Pamor di Klub, Melejit di Timnas Piala Dunia

Prancis vs Kroasia (Reuters/Dylan Martinez)
16 Juli 2018 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MOSKOW - ”Ini adalah Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah”. Begitulah penilaian Presiden FIFA, Gianni Infantino, terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia, yang bergulir sejak 15 Juni 2018 lalu dan berakhir, Minggu (15/7/2018) kemarin.

Ternyata bukan Infantino saja yang menyatakan Piala Dunia 2018 merupakan Piala Dunia terbaik sepanjang masa. Pengakuan itu juga diungkap legenda Timnas Inggris, Gary Lineker. Saat didapuk sebagai pundit dan presenter BBC, Lineker menyatakan Piala Dunia di Rusia memiliki kesan mendalam baginya. Apa alasannya?

“Karena banyak drama, laga-laga menarik, kemenangan di detik-detik akhir, tentu saja ini berdasarkan sudut pandang pribadiku karena Inggris akhirnya bisa kembali unjuk gigi, ya, jika Anda bisa menambahkan, ini juga menyajikan final bagus [Prancis versus Kroasia], mungkin yang terbaik,” jelas Lineker, seperti dilansir Telegraph.co.uk, Minggu.

Yang pasti, Piala Dunia 2018 sekaligus menjadi panggung pengakuan bagi unsung hero alias pemain tanpa tanda jasa d level klub. Misalkan saja Luka Modric. Di klubnya Real Madrid, Modric memang memberi pengaruh atas kesuksesan klub Ibu Kota Spanyol itu dalam menyabet tiga gelar Liga Champions secara beruntun. Namun, pamornya kalah bersinar ketimbang Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, hingga partnernya di lini tengah, Toni Kroos.

Tapi di Piala Dunia 2018 ini, ketika Ronaldo (Portugal), Ramos (Spanyol), dan Kroos (Jerman) sudah dipaksa pulang secara prematur ke negara masing-masing, Modric membawa Kroasia lolos ke final. Pemain yang dijuluki Penyihir dari Kroasia itu juga digadang-gadang sebagai pemain terbaik selama turnamen.

Hal serupa dialami pemain Kroasia lainnya, seperti Ivan Rakitic (Barcelona), Ivan Perisic (Inter Milan), hingga Mario Mandzukic (Juventus). Rakitic menjadi salah satu langganan starter di Barcelona. Tapi, ia tak sepopuler Lionel Messi dan Luis Suarez, bahkan Sergio Busquets.

Sedangkan Mandzukic bisa jadi hanya berada di bawah bayang-bayang bomber Argentina, Gonzalo Higuain, ketika berada di klubnya, Juventus. Dan Perisic tidak lebih populer ketimbang Mauro Icardi yang menyokong gol terbanyak bagi Inter musim lalu.

Sementara itu di skuat Prancis, Kylian Mbappe membuat pencinta sepak bola terfokus pada aksi magisnya di lapangan. Hal itu mungkin tidak akan diperolehnya ketika bermain bersama Neymar di Paris Saint Germain (PSG). Neymar sendiri hanya bisa membawa Brasil mentok di babak perempat final karena kalah dari Belgia.

Piala Dunia 2018 sekaligus bisa menjadi panggung yang tepat bagi mereka untuk mendongkrak nilai jual pada bursa transfer. Sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, siapa yang memedulikan Harry Maguire (Inggris), Benjamin Pavard (Prancis), atau Domagoj Vida (Kroasia). Tapi nama-nama mereka mulai diperhitungkan di bursa transfer berkat penampilan apik selama berada di Rusia.