Juventus Vs Madrid di ICC, Ronaldo Masih Libur

Cristiano Ronaldo resmi diperkenalkan sebagai pemain Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Selasa (17/7 - 2018) dini hari WIB. (Instagram/@juventus)
18 Juli 2018 13:32 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, TURIN — Pendukung Real Madrid ikut dibuat penasaran dengan debut Cristiano Ronaldo bersama Juventus. Pasalnya, Madrid dijadwalkan bertemu Juventus pada turnamen pramusim International Champions Cup (ICC), 4 Agustus 2018 mendatang.

Dalam turnamen tersebut, Juventus  juga dijadwalkan berjumpa Bayern Munchen pada 26 Juli 2018 dan melawan Benfica pada 28 Juli 2018. Sayang, reuni dini Ronaldo dengan Madrid tidak akan tercipta di ICC tersebut.

Pemain yang diboyong Juventus senilai kurang lebih 100 juta poundsterling tersebut (Rp1,8 triliun) dalam durasi kontrak empat setengah tahun itu masih mendapat jatah libur saat ICC bergulir. Ronaldo berlibur setelah membantu Portugal di Piala Dunia 2018. Ia baru melakoni debut dengan La Vecchia Signora, julukan Juventus, ketika Seri-A kembali bergulir pada 18 dan 19 Agustus mendatang.

Ronaldo resmi diperkenalkan kepada publik sebagai pemain anyar Juventus, Senin (16/6/2018) waktu setempat. Bomber berusia 33 tahun itu sangat yakin keputusannya pindah ke Juventus terjadi pada waktu yang sangat tepat.

“Saya tidak sedih meninggalkan Real Madrid. Saya di sini karena saya ingin tantangan. Para pemain seumuran saya berbodong-bondong ke Tiongkok. Jadi saya sangat senang musim ini mendapat pilihan bergabung dengan Juventus. Saya akan berusaha menunjukkan saya pemain level top. Saya akan bekerja keras. Anda semua tahu statistikku. Saya ambisius. Saya tidak ingin berada di zona nyaman,” jelas Ronaldo, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Selasa (17/7/2018).

Pemain berjuluk CR7 tersebut berjanji membawa Juventus berjaya seperti dua klub persinggahannya sebelumnya, Manchester United dan Real Madrid. Bersama United dan Madrid, Ronaldo ikut menyokong trofi Liga Champions.

Sudah menjadi rahasia umum, Juve memang memburu pemain hebat guna membantu mereka mengakhiri paceklik gelar juara di level top Eropa, sejak 1995/1996. Meski dominan di level domestik, Juve selalu kesulitan menambah trofi ketiganya di Liga Champions selama kurang lebih tujuh tahun beruntun.

“Setelah Manchester United dan Real Madrid, saya sekarang akan mencoba meninggalkan jejak sejarah di Juventus. Sulit memenangi Ballon d’Or ketika bersama United dan Real Madrid, namun saya ingin yang terbaik. Siapa tahu. Mungkin saya bisa melakukannya lagi memenangi segalanya," ujar Ronaldo.

"Mereka memenangi coppa dan Seri-A, dan mereka beberapa kali lolos ke final Liga Champions, jadi saya bangga berada di sini, saya bangga mereka tertarik mendapatkanku,” tandasnya.