Bersama Sarri, Permainan Chelsea Bakal Menghibur

Chelsea (Reuters/Peter Nicholls)
19 Juli 2018 19:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON — Di bawah pelatih bertangan dingin Josep “Pep” Guardiola, Manchester City mendominasi Liga Premier Inggris musim lalu. Pelatih berjuluk Filsuf tersebut membawa City menembus 100 poin, meroket dengan 106 gol, dan unggul 19 poin atas pesaing terdekat mereka.

Lantas, apakah akan ada pelatih yang bisa menandingi pasukan Guardiola di musim 2018/2019? Sejumlah tim papan atas yang menelan hasil jeblok musim lalu melakukan perubahan di kursi manajerial. Duo London, Chelsea dan Arsenal, merupakan di antara tim-tim tersebut.

Chelsea memecat Antonio Conte dengan eks pelatih Napoli, Maurizio Sarri. Sementara Arsenal menunjuk Unai Emery menggantikan Arsene Wenger yang akhirnya legawa mundur setelah dua dekade lebih menduduki kursi pelatih tim berjuluk The Gunners.

Setelah diperkenalkan di hadapan publik pekan lalu, Sarri melakoni jumpa pers resmi sebagai pelatih baru Chelsea, Rabu (18/7/2018) malam WIB. Mantan manajer bank tersebut menyulap permainan Chelsea lebih menghibur. "Gaya bermain haruslah menyenangkan," ujar Sarri, seperti dilansir Mirror.co.uk, Rabu.

Standard Evening London memprediksi gaya permainan Chelsea yang semula identik dengan parkir bus di era Jose Mourinho maupun Antonio Conte akan lebih menyerang di bawah tangan dingin Sarri. Pelatih berusia 59 tahun tersebut telah membuktikannya ketika mengubah Napoli sebagai tim agresif seperti era Diego Maradona.

Padahal, Sarri tidak memiliki amunisi setenar Maradona. Dia yang mengubah pemain seperti Edinson Cavani, Gonzalo Higuain, hingga Lorenzo Insigne sebagai salah satu “pembunuh” berbahaya di depan gawang lawan.

Tugas Sarri di musim perdananya bersama Chelsea tidak mudah. Dia mewarisi tim yang musim lalu hanya finis di peringkat kelima klasemen Liga Premier. Apakah Sarri yakin bisa membantu Chelsea dan menandingi City polesan Guardiola?

“Oke, dia [Guardiola] seorang yang berkelas, jawara, dan seorang jenius. Sulit menjelaskan dalam dirinya. Yang pasti, dia mengalami kesulitan di musim pertamanya [di Liga Premier], namun bisa merebut 100 poin [di musim kedua] di Liga Premier itu luar biasa, mungkin tidak bisa diulang lagi. Bagi kami, kami harus memangkas kesenjangan. Saya harap tahun lalu anomali,” jelasnya.