Jadi Korban Rasisme, Mesut Oezil Tak Mau Lagi Bela Timnas Jerman

Mesut Oezil. (Reuters/Michael Dalder)
23 Juli 2018 16:00 WIB Ginanjar Saputra Dunia Share :

Solopos.com, BERLIN — Gelandang andalan Timnas Jerman sekaligus playmaker Arsenal, Mesut Oezil, memutuskan untuk pensiun dari Timnas Jerman. Keputusan itu ia beberkan melalui pernyataan di akun Twitternya, @MesutOzil1088, Senin (23/7/2018) dini hari WIB.

Gelandang keturunan Turki itu memutuskan pensiun karena mendapatkan perlakuan diskriminatif terkait pertemuannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Mei 2018 silam. Oezil memang merupakan pemain Timnas Jerman yang memiliki darah Turki dari orang tuanya. Padahal, menurut Oezil, pertemuannya dengan Erdogan itu sama sekali tak ada kaitannya dengan politik.

"Bagi saya, berfoto dengan Presiden Erdogan bukan mengenai politik atau pemilihan, ini terkait penghormatan saya untuk institusi tertinggi negara keluarga saya. Pekerjaan saya adalah pemain sepak bola dan bukan politikus, dan pertemuan kami bukan merupakan pengesahan dari kebijakan apa pun," ungkapnya.

Ia mengungkapkan ada perlakuan diskriminatif dari para petinggi Deutscher Fusball-Bund (DFB) atau Asosiasi Sepak Bola Jerman seperti yang ditunjukkan Presiden DFB, Reinhard Grindel. "Perlakuan yang saya terima dari DFB dan banyak lagi lainnya membuat saya tidak lagi ingin memakai kaus Timnas Jerman. Saya merasa tidak lagi diinginkan dan berpikir apa yang telah saya capai sejak debut internasional saya pada 2009 telah dilupakan," tambahnya.

Menurutnya, orang yang melakukan perlakuan diskriminatif seperti itu tak sepantasnya memimpin federasi sepak bola di Jerman. "Sikap seperti itu tidak mencerminkan sikap pemain yang seharusnya mereka wakili. Di mata Grindel dan para pendukungnya, saya orang adalah Jerman ketika kami menang, tetapi saya seorang imigran ketika kami kalah," beber pria 29 tahun tersebut.

Oezil mengaku merasa berat meninggalkan Timnas Jerman. Namun karena perlauan diskrimatif itu, Oezil memutuskan untuk tak lagi memperkuat Timnas Jerman ketimbang harus kehilangan kehormatannya. "Itu bukan alasanku bermain sepak bola, dan aku tidak akan diam saja. Rasisme seharusnya tidak bisa diterima," pungkas Oezil.

Mesut Oezil telah bermain untuk Timnas Jerman sejak 2009 dan telah mencetak 23 gol serta 33 assist dari 92 penampilannya. Mantan penggawa Real Madrid itu juga merupakan salah satu pemain penting saat Timnas Jerman menjadi juara Piala Dunia 2014 silam.