Derbi PSIM Vs PSS, Hampir 1.000 Siswa di Jogja Bolos Massal

Logo Liga 2 (Liga/Indonesia.id)
26 Juli 2018 21:42 WIB Sunartono Indonesia Share :

Solopos.com, JOGJA -- Ratusan pelajar seusia SMA/SMK di Kota Jogja membolos tidak masuk sekolah pada Kamis (26/7/2018). Membolosnya siswa secara serentak itu diduga mereka akan menyaksikan derbi panas PSIM vs PSS Sleman.

Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kota Jogja Suhartatik menyatakan berdasarkan pendataannya dari berbagai SMA dan SMK baik negeri maupun swasta, total ada 978 pelajar di Kota Jogja yang membolos. Pihaknya prihatin dengan tindakan tersebut karena seharusnya siswa mulai masuk kelas.

Tokopedia

"Itu dari total 16 SMA/SMK yang kami data, tidak ada alasan mereka tidak masuk mengapa, jadi alpa. Kalau dilihat di lapangan ada SMP juga tampaknya," ungkapnya kepada Harianjogja.com, Kamis (26/7/2018).

Suhartatik menegaskan pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan siswa yang tidak masuk tersebut. Namun tindakan membolos massal itu diakuinya memang patut dipertanyakan. Termasuk kemungkinan adanya pihak yang berupaya menggerakkan mereka sehingga bisa serentak. Jika terbukti tidak masuk karena menonton bola, ia berharap ke depan perlu ada kebijakan tanding tanpa penonton.

"Kalau menurut saya, sepakbola prestasi juga perlu. Tetapi kalau begini jadinya, mestinya ada pemikiran tanding tanpa penonton, televisi semuanya wajib menayangkan. Jadi tidak ada kesempatan massa untuk berduyun-duyun," katanya.

Terpisah, Kabid Perencanaan dan Standardisasi Pendidikan Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab siswa tidak masuk sekolah secara serentak. Namun banyak di antara mereka yang tidak masuk karena mengikuti perekaman e-KTP yang diselenggarakan Pemda DIY. Ia mengakui mendapatkan informasi, pelajar tidak masuk karena menonton bola namun perlu keterangan lebih lanjut dari siswa.

"Kalau soal sanksi itu otoritas masing-masing sekolah karena sekolah kan punya manajemen berbasis sekolah. Sanksinya mungkin masuk sekali pelanggaran dapat poin pelanggaran yang nanti diakumulasikan," katanya.