Roma Babak Belur, Pelatih Enggan Salahkan Lini Belakang

AS Roma vs Tottenham Hotspur (Reuters/Orlando Ramirez)
27 Juli 2018 14:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, SAN DIEGO — AS Roma boleh saja menang sembilan gol tanpa balas melawan klub Seri-D, Latina, pertengahan Juli lalu. Pesta gol itu membuka manis kampanye Giallorossi di laga pramusim jelang kompetisi Seri-A 2018/2019. Namun kemenangan telak tersebut ternyata belum menggambarkan kekuatan Roma yang sebenarnya.

Menghadapi tim dengan kualitas setara seperti Tottenham Hotspur, Cengiz Under dkk. dipermak dengan skor 1-4 dalam International Champions Cup (ICC) 2018 di Stadion SDCCU, San Diego, Kamis (26/7/2018). Kekalahan ini melanjutkan hasil buruk Roma di turnamen pramusim setelah sebelumnya ditahan klub Seri-B, Avellino, dengan skor 1-1, 21 Juli.

Rekrutan anyar seperti Justin Kluivert, Javier Pastore, Davide Santon hingga Ivan Marcano terbukti belum mampu mengangkat performa Roma secara signifikan. “Kami tak cukup kompak, tak cukup terorganisasi,” keluh Pelatih Roma, Eusebio Di Francesco, seperti dilansir Asroma.com, Kamis.

Roma sebenarnya unggul lebih dulu lewat gol Patrick Schick di menit ketiga. Namun setelah gol cepat itu, Giallorossi justru hancur lebur. Berturut-turut dua gol Fernando Llorente dan Lucas Moura membuat fans Roma tertunduk. Pertahanan yang kacau dan kurang konsentrasi membuat kiper anyar Roma, Antonio Mirante, harus empat kali memungut bola dari gawangnya sendiri.

Mirante, yang didatangkan dari Bologna, sebenarnya tampil cukup baik dengan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Sebelum gol kedua Spurs yang dicetak Llorente, Mirante sempat memblok tembakan keras pemain Roma. Namun bola mental berhasil dieksekusi Llorente dengan tendangan first time.

“Kami punya start bagus meski saya tak menyukai bagaimana kami bertahan di bagian kedua babak pertama,” kata Di Francesco.

Kuartet bek Davide Santon, Konstantinos Manolas, Juan Jesus dan Luca Pellegrini tak cukup bagus untuk menghadang Spurs yang mengandalkan permainan cepat dan umpan silang. Selain kurang koordinasi, mereka kerap kali keteteran ketika duel udara, hal yang membuat Roma kebobolan gol pertama dan ketiga via Llorente dan Moura.

Namun Di Francesco enggan hanya menyalahkan lini belakangnya atas kekalahan tersebut. “Kami harus bertahan dengan 11 orang, ini harus menjadi sebuah usaha kolektif. Kami tak cukup bagus dalam bertahan,” ujar Di Francesco.

Giallorossi tentu harus segera berbenah sebelum laga ICC selanjutnya melawan Barcelona, 1 Agustus. Di Francesco agaknya perlu menurunkan Federico Fazio dan Aleksandr Kolarov untuk mematangkan konsep bertahan tim. Sejauh ini dua bek senior itu belum diturunkan di laga pramusim.