Pilih Barca Ketimbang Roma, Malcom Keliru?

Malcom (Reuters/Albert Gea)
27 Juli 2018 18:25 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, BARCELONA — Malcom dianggap keliru dengan menolak AS Roma dan memilih bergabung dengan Barcelona di bursa transfer musim panas ini. Winger asal Brasil itu dinilai tak akan berkembang dengan Barcelona yang biasa menggunakan skema 4-4-2.

Dilansir Calciomercato, Kamis (26/7/2018), musim lalu Valverde hanya sembilan kali menggunakan formasi 4-3-3, taktik yang cocok untuk Malcom. Selebihnya sang pelatih memakai 4-4-2 yang membawa Blaugrana meraih gelar Liga Primera dan Copa del Rey. Dengan skema 4-4-2, Malcom berpeluang dimainkan sebagai gelandang kanan. Posisi itu dinilai tidak efektif bagi pemain 21 tahun itu.

Tokopedia

Bersama Bordeaux musim lalu, Malcom lebih banyak dimainkan di posisi sayap/winger kanan dalam formasi 4-3-3. Dia bermain sebagai winger kanan dalam 33 pertandingan dengan mengemas 11 gol dan sembilan assist. Selebihnya Malcom bermain sebagai second striker dan gelandang serang. Di kedua posisi itu, Malcom sanggup mencetak satu gol meski hanya bermain masing-masing satu kali.

Jika Barca bermain dengan formasi 4-3-3 sekalipun, Malcom tetap akan sulit berkontribusi maksimal bagi tim barunya. Ini karena trisula lini depan Barcelona sudah paten yakni Lionel Messi (winger kanan), Luis Suarez (striker) dan Philippe Coutinho atau Ousmane Dembele (winger kiri). Praktis Malcom akan selalu menjadi pilihan kedua kecuali para bintang tersebut ada yang cedera.

Malcom sejatinya punya ruang untuk berkembang lebih besar di Giallorossi, julukan Roma. Selain mendapat kesempatan bermain lebih sering, Malcom berpeluang menempati posisi favorit yakni winger kanan. Ini karena Stephan El Shaarawy dan Diego Perotti diperkirakan akan meninggalkan Roma dalam waktu dekat. Dalam formasi 4-3-3 khas Roma, Malcom bisa menjadi kombinasi amat mematikan bersama Edin Dzeko dan Cengiz Under atau Justin Kluivert.

Kasus kepindahan Malcom ke Barcelona menjadi salah satu drama yang terjadi pada bursa transfer musim panas kali ini. Sebelum dipastikan ke Nou Camp, baik AS Roma dan Bordeaux, klub lama Malcom, sudah menyepakati transfer sang pemain.

Giallorossi bahkan sudah menjadwalkan tes medis untuk Malcom, dan para penggemar pun sudah menanti kehadirannya di bandara. Namun, kesepakatan antar kedua tim langsung dibatalkan setelah Barcelona masuk ke dalam transaksi.

Salah satu perwakilan Malcom, Junior Minguella, menyatakan Roma tidak bisa membawa kasus transfer kliennya ke Barcelona ke jalur hukum. Sebab, sang pemain tidak pernah terikat komitmen dengan klub raksasa Italia tersebut. “Mereka tidak memiliki kekuatan untuk menuntut, sebab dia tidak terikat komitmen apapun kepada Roma, apalagi melanggar kontrak ataupun perjanjian,” ujar Minguella kepada RAC1.

Minguella memahami perasaan Roma yang dianggapnya sedang kecewa karena kehilangan Malcom. Namun menurutnya, batalnya sang pemain ke Olimpico merupakan kesalahan mereka sendiri. “Roma membuat kesalahan karena sudah memublikasikan kesepakatan dengan Malcom di saat sebenarnya mereka tidak memilikinya sama sekali.”