Setelah 3 Tahun, Persis Solo Cetak Gol Tendangan Bebas Lagi

Eli Nasoka (kanan) merayakan gol bersama Johan Yoga (Solopos/Nicolous Irawan)
27 Juli 2018 15:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Gol freekick yang dicetak Bayu Andra menyelamatkan Persis Solo dari kekalahan atas tuan rumah PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang, Rabu (25/7/2018). Persis pun membawa pulang satu poin yang membuatnya tetap berada di peringkat 2 klasemen sementara Liga 2 Wilayah Barat.

Eksekusi freekick bisa menjadi andalan tim bila usaha menembus benteng pertahanan lawan mengalami kebuntuan. Persis Solo sendiri terbilang susah menciptakan gol melalui freekick. Kali terakhir Persis Solo mencetak gol ke gawang lawan melalui freekick terjadi pada 25 Agustus 2015.

Tokopedia

Menariknya, gol dari freekick dari jarak 30 meter ke gawang Persiba Bantul di Piala Kemerdekaan itu juga dicetak Bayu Andra. Itu menjadi gol pembuka Persis Solo yang melumat Persiba Bantul dengan skor 3-0.

Sebelum itu, pamain asal Argentina Mancelo Cirelli juga pernah mencetak gol melalui freekick ke gawang PSIR Rembang di kompetisi Divisi Utama 2014. Bisa dibilang, Persis Solo hanya mampu mencetak tiga gol melalui freekick sejak empat tahun terakhir.

Saat mengarungi musim kompetisi Liga 2 tahun lalu, Persis Solo selalu gagal mencetak gol melalui freekick. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan menjadi gol melalui free kick. Sayang, eksekusi yang tidak akurat membuat peluang itu terbuang percuma.

Musim lalu, tidak ada pemain yang bisa diandalkan untuk mengeksekusi free kick. Eksekusi tendangan bebas cenderung dipercayakan kepada pemain yang berbeda-beda seperti M. Wahyu, Tri Handoko dan Bayu Andra. Nama terakhir memang dikenal memiliki sepakan jarak jauh yang cukup akurat. Sama seperti musim ini, musim lalu Bayu Andra juga lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan sehingga kemampuannya itu menjadi kurang terasah.

Tidak adanya pemain yang bisa diandalkan sebagai eksekutor free kick masih menjadi problem krusial yang dihadapi Persis Solo. Tim pelatih sempat menaruh harapan kepada Sunarto. Mantan pemain Arema Malang itu diharapkan bisa menjadi eksekutor free kick yang bisa diandalkan. Namun, Sunarto belum bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Pada kenyataannya, Sunarto lebih banyak turun dari bangku cadangan.

Melihat situasi itu, manajemen Persis Solo layak mendatangkan pemain yang punya kemampuan dalam mengeksekusi freekick saat dibukanya jendela transfer pemain. Tim pelatih sendiri sudah mengevaluasi kinerja semua pemain. Sejumlah pemain sudah pasti bakal terbuang karena tak mampu bersaing di skuat utama.

“Saya sudah tahu di mana kelemahan dan kelebihan kami. Kalau Persis ingin lebih menggeliat di putaran kedua, kita tidak cukup berpatokan dengan pemain yang ini saja. Sebaiknya bisa dilakukan sedikit perombakan supaya kita bisa tampil lebih baik lagi di putaran kedua,” terang pelatih Jafri Sastra dalam sebuah wawancara dengan Solopos.com, belum lama ini.