Kronologi Meninggalnya Iqbal, Diawali Hilangnya Rekan Hingga Dikira Suporter PSS

Warga Dusun Balongan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, mempersiapkan tenda rumah duka di kediaman almarhum Muhammad Iqbal, RT 04 Dusun Balongan, Jumat (27/7 - 2018). (Harian Jogja / Salsabila Annisa Azmi)
28 Juli 2018 15:00 WIB Salsabila Annisa Azmi Indonesia Share :

Solopos.com, BANTUL -- Almarhum Muhammad Iqbal Setyawan, korban bentrok supporter PSS vs suporter PSIM diduga menonton pertandingan bersama keempat kawannya. Dua di antaranya merupakan warga Cangkringan, Sleman, yang saat ini masih dirawat di RSUP Dr Sardjito.

Salah satu teman Iqbal yang juga pemuda Dusun Balong, Timbulharjo, Sewon, yang bernama Angga juga turut menemani Iqbal menonton pertandingan. Ronggo, anggota Karang Taruna Dusun Balong, mengatakan saat ini Angga masih diperiksa oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Namun Ronggo tidak tahu di mapolsek mana Angga diperiksa polisi.

“Mas Angga setelah pertandingan balik ke sini, cerita ke kami gimana di sana. Angga cerita kalau Iqbal ikut dikeroyok karena dikira supporter PSS. Faktor pertama itu karena dia nonton sama dua teman dari Cangkringan yang merupakan supporter PSS,” kata Ronggo, Jumat (27/7/2018).

Berdasarkan cerita Angga, Ronggo mengatakan, selepas berpamitan dengan sang ayah di depan gerbang stadion, Iqbal bertemu keempat temannya termasuk Angga. Angga menonton pertandingan di tribun yang sama dengan Iqbal, sementara rekan lainnya berpisah tribun. Di tengah pertandingan, salah satu temannya menghilang. Ronggo mengatakan Angga tidak tahu penyebab hilangnya salah satu dari mereka.

“Sampai pertandingan mau selesai, si teman itu enggak kunjung muncul. Iqbal bersama Aris dan Angga lagi jalan ke parkiran. Sempat nungguin temennya itu. Nah di sana mereka ketemu sama suporter lain, handphone mereka katanya sempat dicek. Gerombolan supporter itu mbaca chat Iqbal ke temennya yang entah apa isinya, kemudian langsung ngecap Iqbal supporter PSS,” kata Ronggo.

Ronggo mengatakan, berdasar cerita Angga, teman yang sempat menghilang itu muncul ke hadapan mereka bersama gerombolan supporter. Diduga, supporter tersebut telah menjelajahi handphone rekan Iqbal yang hilang itu dan memaksanya menunjukkan lokasi Iqbal serta kawan-kawannya yang lain.

“Katanya mereka dibawa ke sekitar pintu 7. Waktu itu belum pada keluar supporternya. Kata Mas Angga mereka dikeroyok di situ, terus supporter berloncatan dari pintu 7 juga ikut ngeroyok. Jadi mungkin yang loncat itu ngeliat terus pengin ikut ngeroyok,” kata Ronggo.

Pemuda karang taruna lainnya, Prayuda, mengatakan Iqbal sempat merasakan firasat buruk tepat saat dia hendak menuju Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul. Teman-teman karang taruna pun membujuknya untuk tidak menonton pertandingan dan ikut beristirahat setelah kerja bakti Bantul Expo di Pasar Seni Gabusan. Namun tekad Iqbal menonton olahraga kesukaannya sudah bulat.

“Dia sempat ragu padahal mau berangkat apa enggak, kata Mas Angga juga, di sana Iqbal sempat bilang ‘kok badanku panas ya?’ kemudian beberapa menit bilang ‘kok badanku dingin banget ya?’ sebenarnya dia udah ada firasat,” kata Prayuda.