Peluk dan Tangis Warnai Perpisahan Kapten Persis Solo

Perpisahan M. Wahyu bersama suporter Persis Solo (Solopos/Abdul Jalil)
30 Juli 2018 22:25 WIB Abdul Jalil Indonesia Share :

Solopos.com, MADIUN — Pertandingan Persis Solo melawan Persita Tangerang di Stadion Wilis, Kota Madiun, Senin (30/7/2018) menjadi pertandingan terakhir bagi kapten Persis, Muhammad Wahyu Fitrianto. Stadion Wilis menjadi saksi bisu perpisahan antara M. Wahyu dengan suporter Persis Solo sore itu.

Seusai pertandingan yang berakhir imbang 0-0 itu, M. Wahyu yang berada di tengah lapangan tiba-tiba menuju ke tribun penonton. Wahyu yang telah bergabung dengan skuat Persis Solo sejak 2014 ini melambaikan tangan kepada suporter setia Persis.

Tokopedia

Lambaian tangan itu seperti ungkapan perpisahan dari sang kapten yang memang akan meninggalkan Persis untuk menuju PSIS Semarang. Beberapa saat berjalan mengitari Stadion Wilis, ada beberapa suporter yang turun dari tribun penonton dan langsung memeluk sang kapten. Aksi beberapa suporter itu pun memicu aksi serupa suporter lainnya.

Puluhan suporter Persis Solo secara bergantian memeluk sang idola itu. Suasana haru terasa di stadion yang menjadi home base sementara Persis Solo tersebut. Isak tangis dari beberapa suporter pun membuat suasana haru semakin terasa.

Kenang-kenangan berupa kaus dan lukisan pun diberikan kepada M. Wahyu. Pemain bernomor punggung 23 itu pun tak kuasa melihat suasana ini hingga matanya pun melelehkan air mata. Kepada awak media, M. Wahyu pun tak banyak berkata. Ia merasa sedih karena pada saat pertandingan terakhirnya di Persis Solo melawan Persita Tangeran tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan.

“Saya sedih di pertandingan terakhir enggak bisa meraih tiga poin buat teman-teman,” ujar Wahyu.

Dia menganggap selama ini Persis merupakan rumah kedua baginya. Apalagi, selama ini sang istri selalu memintanya untuk terus bermain di tim kebanggan warga Solo itu. Saat perpisahan dengan suporter Persis Solo, Wahyu mengaku sangat terkesan dengan hal yang dilakukan para pendukung tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu.