Wow! Persis Solo Bakal Punya Training Camp Seluas 3 Hektare

Para penggawa Persis Solo menjalani latihan di Stadion Manahan, Solo. (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
01 Agustus 2018 20:30 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Persis Solo tak lama lagi bakal memiliki training camp sendiri yang berdiri di lahan seluas 2-3 hektare di kawasan Solo. Pembangunan training camp itu rencananya bakal dimulai pada tahun depan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persis Solo Dedi M. Lawe mengatakan pembangunan training camp itu merupakan bukti keseriusan Sigid Haryo Wibisono selaku owner Persis Solo dalam membesarkan klub sepak bola kebanggaan wong Solo itu. Pembangunan training camp itu rencananya menggunakan dana mandiri dari owner klub tanpa melibatkan investor.

“Berapa kebutuhan anggarannya belum disusun. Itu nanti menunggu desain dan perencanaan. Sumber dananya murni dari pemilik klub,” jelas Dedi M. Lawe saat dihubungi Solopos.com, Rabu (1/8/2018).

Dedi menjelaskan saat ini sudah ada lahan seluas 2-3 hektare di kawasan Solo. Tanah itu, kata Dedi, sudah siap dibangun training camp sehingga tidak perlu ada proses pembebasan lahan. Namun, Dedi masih merahasiakan lokasi tanah yang bakal dibangun training camp itu. “Tanah sudah ada. Lokasinya di mana? Itu rahasia dulu. Yang pasti di Solo,” ujarnya.

Training camp itu bakal dilengkapi sejumlah fasilitas seperti mes pemain, stadion khusus latihan, gym untuk fitnes, serta area khusus untuk akademi pembinaan pemain muda. Manajemen berharap training camp itu bisa menjadi kawah candradimuka untuk pembinaan atlet senior maupun junior Persis Solo. Regenerasi pemain Persis Solo diharapkan bisa berjalan lancar dengan memaksimalkan pembinaan pemain muda di academi sepak bola sendiri.

Pembangunan training camp itu dilatarbelakangi bentuk keprihatinan tidak adanya lapangan yang representatif untuk menggelar latihan rutin bagi skuat Persis Solo. Bila tidak bisa menggunakan Stadion Manahan karena suatu hal, Asyraq Qufron dkk. biasa menggunakan lapangan desa yang berlokasi di luar Solo seperti Bolon, Gedongan (Colomadu), Klumprit (Mojolaban), dan lain-lain.

“Dalam waktu dekat akan kami survei lokasinya. Kami harapkan semua persiapan berjalan dengan matang. Diharapkan pada akhir 2019, pembangunan training camp itu sudah selesai,” jelas Dedi.

Bila pembangunan infrastruktur olahraga itu bisa terwujud, Persis Solo berpeluang menjadi sedikit klub sepak bola di Indonesia yang memiliki training camp sendiri. Saat ini baru Semen Padang FC yang sudah memiliki training camp secara mandiri. Klub Liga 1 seperti Persib Bandung dan PSIS Semarang juga berencana membangun training camp untuk timnya. Manajemen kedua tim kabarnya sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan training camp itu.