2x45 Menit yang Membikin Dongkol

Moh. Khodiq Duhri/Suporter Persis Solo nonbar sepak bola di Wedangan Radjiman, Solo, Kamis (2/8 - 2018).
02 Agustus 2018 22:42 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO – Minimnya jatah kuota tiket yang diberikan Panpel Persinga Ngawi untuk suporter Persis Solo dalam laga Piala Indonesia 2018 di Stadion Ketonggo, Ngawi, Kamis (2/8/2018), membuat ratusan suporter Persis Solo berbondong-bondong menuju Wedangan Radjiman.

Meski tak bisa datang langsung ke Stadion Ketonggo, para suporter ini tak ingin melewatkan laga perdana yang dijalani Persis Solo di Piala Indonesia 2018.

Tokopedia

Aneka menu kuliner tradisional tersaji atas meja. Para suporter ini langsung memesan kuliner sembari menunggu aksi Asyraq Gufron dkk. berjuang menghadapi tim asal Liga 3 Indonesia, Persinga Ngawi. Antusiasme suporter Persis Solo baik itu Pasoepati, Surakartans, hingga Persis Fans, cukup tinggi. Terbukti, mereka sudah berkumpul di bawah kanopi belakang, tempat nonton bareng digelar, sembari menikmati aneka cemilan tradisional sebelum peluit kick off dibunyikan.

Saat lagi asyik-asyiknya menonton, sebuah kejadian yang tak diinginkan itu datang. Laga baru berjalan 15 menit, tayangan pertandingan melalui live streaming itu tiba-tiba terputus. Sontak hal itu membuat para suporter kecewa. Penonton makin kacewa. Mereka harus melewatkan perjuangan Persis Solo hingga laga babak pertama berakhir karena tayangan live streaming tak muncul juga.

“Layarnya blank. Tidak ada gambar apa-apa. Tahu-tahu babak pertama selesai. Ya sudah pasti kecewa karena tak bisa menikmati pertandingan,” ucap Ilham, 25, salah seorang suporter asal Sondakan kala berbincang dengan solopos.com, di lokasi nonbar.

Memasuki babak kedua, tayangan live streaming mulai membaik. Para suporter masih bisa menyaksikan pertandingan meski dengan tampilan gambar yang ala kadarnya. Resolusi gambar sengaja diperkecil supaya tayangan berjalan lebih lancar. Saat tayangan livestreaming mulai lancar. Laskar Sambernyawa malah tampil mengecewakan.

Blunder yang dilakukan Absor Fauzi menjadi petaka untuk tim tamu. Harris Adyatma mampu mencetak gol setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Persis Solo pada menit ke-54. Meski tampil terus menekan dan menciptakan banyak peluang di mulut gawang, Persis Solo gagal menyamakan kedudukan hingga peluit panjang dibunyikan.

Para suporter pun makin dibuat dongkol dengan hasil akhir yang tidak berpihak pada Persis Solo. Ini menjadi pengalaman pahit bagi Persis Solo yang tersingkir dari Piala Indonesia oleh klub yang sebetulnya berada di bawah levelnya.

“Ada banyak peluang yang seharusnya bisa berbuah gol. Yang pasti kecewa. Para pemain baru Persis Solo belum menjanjikan,” ujar Bowo, suporter Persis Solo asal Serengan, Solo.