Persis Solo Butuh Sebulan untuk Benahi Stadion Sriwedari

M. Ferri Stiawan/Tribune utama Stadion Sriwedari yang dulunya berisi kursi berbahan kayu, kini dipasangi kursi tunggal berbahan besi. Foto diambil, Kamis (2/8 - 2018).
03 Agustus 2018 21:49 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Manajemen Persis Solo memasang target membenahi Stadion Sriwedari selama sebulan ke depan sehingga bisa digunakan untuk menjamu Aceh United pada 9 September 2018.


Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persis Solo, Dedi M. Lawe, mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dari Polresta Solo soal larangan penggunaan Stadion Sriwedari sebagai markas Persis Solo. Dalam surat yang ditandatangani Wakapolresta, AKBP Andy Rifai itu disebutkan ada empat hal yang menjadi landasan polisi tidak memberikan izin penggunaan Stadion Sriwedari sebagai homebase Persis Solo.

Tokopedia

Pertama, Stadion Sriwedari tidak dilengkapi pagar pengaman yang sesuai standar. Kedua, tidak ada lahan parkir yang bisa menampung sekitar 10.000 unit kendaraan. Ketiga, kapasitas stadion tidak mencukupi untuk menampung suporter Persis Solo yang mencapai sekitar 20.000 penonton. Keempat, tidak ada ticket box yang sesuai standar stadion.

"Kami memahami kekhawatiran dari pihak polisi. Tapi, kami mencoba untuk mencari solusi empat persoalan ini. Kami akan membangun pagar setinggi 2 meter. Kami juga akan membuat blokade untuk membatasi kelompok suporter. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, suporter tim tamu kami minta tidak datang," ucap Dedi M. Lawe dalam jumpa pers di Kantor Persis Solo, pada Jumat (3/8/2018) malam.

Dedi menegaskan Stadion Sriwedari tidak akan overload. Panpel hanya akan menjual tiket sesuai kapasitas stadion yakni maksimal 10.000 penonton. Untuk mengantisipasi membeludaknya suporter, layar lebar akan disediakan di area kosong di sebelah selatan stadion. Dedi juga mengimbau kelompok suporter untuk menyelenggarakan nonton bareng di luar Kota Solo.

"Kami memang tidak akan menjual tiket di lokasi sehingga tidak perlu ada ticket box. Tiket bisa didapat secara presale melalui koordinator kelompok suporter," ujar Dedi.

Terkait lahan parkir, saat ini Manajemen Persis Solo masih mencarikan solusi. Dedi mengaku sempat terbersit perlunya menutup sebagian ruas Jl. Bhayangkara yang berada di sebelah barat stadion sehingga bisa dimanfaatkan sebagai area parkir. Selain memenuhi empat hal yang dikhawatirkan polisi, Manajemen Persis Solo juga akan membenahi lampu stadion karena ada dua pertandingan yang rencananya digelar pada malam hari. Manajemen juga akan membenahi drainase dan ruang ganti pemain yang sesuai standar.

"Untuk mengantipasi penonton yang loncat dinding tribune, setiap jarak 3 meter kami sediakan petugas keamanan. Rencananya kami juga akan memasang seng di bagian dinding stadion supaya tidak ada suporter yang bisa meloncat dinding tribune," papar Dedi.
Dedi menambahkan pembenahan Stadion Sriwedari ini tetap memperhatikan statusnya sebagai cagar budaya. Dia memastikan pembenahan itu tidak akan merusak bangunan. Pagar pengaman itu rencananya akan dipasang secara portabel. "Yang pasti tidak boleh ada kegiatan pengeboran dinding karena ini termasuk cagar budaya," tegas Dedi.

Dalam waktu dekat, Manajemen Persis Solo akan membicarakan rencana pembenahan Stadion Sriwedari dengan pihak-pihak terkait, termasuk Polresta Solo. Dia berharap pemangku kebijakan di Polresta Solo bisa menerima solusi dari Manajemen Persis Solo tersebut.