PSG Juara Piala Super Prancis, Debut Tuchel Sempurna

PSG vs AS Monaco (Reuters/Bobby Yip)
05 Agustus 2018 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, SHENZHEN — Debut Thomas Tuchel sebagai pelatih Paris Saint Germain (PSG) di laga kompetitif berjalan mulus. Eks pelatih Borussia Dortmund tersebut memimpin anak buahnya meraih trofi perdana mereka musim 2018/2019 dengan menaklukkan AS Monaco pada Piala Super Prancis di Shenzhen City Stadium, Shenzhen, Tiongkok, Sabtu (4/8/2018) malam WIB.

Tak tanggung-tanggung, PSG membantai Monaco empat gol tanpa balas di hadapan sekitar 41.000 penonton yang memenuhi Shenzhen City Stadium di Tiongkok tersebut. Winger PSG, Angel di Maria, menjadi pahlawan dengan mempersembahkan dua gol. Sedangkan dua gol lain tim berjuluk Les Parisiens ini disokong dua pemain akademi PSG, Christopher Nkunku dan Timothy Weah.

PSG turun tanpa kekuatan terbaik mereka. Les Parisien belum bisa memainkan Kylian Mbappe dan Edinson Cavani yang tidak ikut rekan-rekannya ke Tiongkok setelah membela negara masing-masing di Piala Dunia 2018. Sementara pemain termahal di dunia milik PSG, Neymar, hanya menjadi cameo dengan diturunkan pada menit ke-76 untuk menggantikan Marco Verratti.

Meski demikian, PSG tetap digdaya di hadapan Monaco. Seperti dilansir Opta Jean, Sabtu, kemenangan telak ini sekaligus mengantar Les Parisiens sebagai klub pencetak rekor juara di Piala Super Prancis dengan koleksi gelar sebanyak delapan kali, masing-masing 1995, 1998, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, dan 2018.

Pemain-pemain PSG sontak larut dalam selebrasi. Termasuk kiper baru mereka, Gianluigi Buffon. Kiper gaek asal Italia tersebut tidak mendapat ancaman berarti untuk mengamankan gawangnya tetap perawan. Sebab, PSG mendominasi penuh pertandingan ini. Marco Verratti cs. juga berselebrasi di sela-sela Tuchel memberikan komentar di ruang jumpa pers.

Absennya beberapa bintang besar PSG sekaligus dimanfaatkan para pemain muda jebolan tim junior Les Parisiens, seperti Nkunku dan Weah, unjuk gigi di Piala Super Prancis ini. Keduanya meyakinkan Tuchel untuk bersaing di skuat utama PSG musim depan dengan mencatatkan nama masing-masing di papan skor.

Bagi Nkunku, ini merupakan gol keenamnya dalam sembilan laga sebagai starter bersama PSG. Sementara bagi Timothy Weah, ini bisa jadi trofi kebanggaannya karena sang ayah, George Weah pernah sukses meraih Ballon d’Or bersama PSG pada 1994.