Debut Gemilang Bejo Sugiantoro, Persebaya Cukur Persela 3-1

Persebaya vs Persela di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (5/8 - 2018). (Twitter)
05 Agustus 2018 17:31 WIB Adib Muttaqin Asfar Indonesia Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Debut Bejo Sugiantoro sebagai juru taktik Persebaya Surabaya berakhir manis. Dalam lanjutan Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (5/8/2018), Persebaya menang meyakinkan atas Persela Lamongan dengan skor telak 3-1.

Bejo menerapkan formasi ofensif 4-3-3 dengan David Da Silva sebagai ujung tombak. Posisinya diapit Fernando dan Pahabol yang bergerak sangat cepat di kedua sisi. Persela juga menerapkan formasi 4-3-3, namun trio gelandang mereka yaitu Nasrullo, Wallace Costa, dan Sulistyawan, kalah dalam penguasaan bola di tengah. Mereka kalah cepat dari Rendi Saputra dan Ruben Sanadi yang operannya sangat efektif.

Tokopedia

Di babak pertama, Persebaya sudah unggul 2-0 melalui gol David da Silva dalam skema serangan cepat di menit 16, serta gol Rendi Saputra di menit 30. Pergerakan David da Silva di area pertahanan Persela sangat efektif membuka celah pertahanan. Mengandalkan kecepatannya, dia menjadi target umpan terobosan dan berkali-kali lolos dari jebakan offside.

Di babak kedua, situasi nyaris tidak berubah. Persebaya masih menekan lewat kedua sisi sayap yang disokong Ruben Sanadi dan Robertino Pugliara. David Da Silva masih menjadi target man yang dilepas ke depan mengandalkan kecepatannya dan kembali menghasilkan gol pada menit 61.

Persela baru memperkecil ketertinggalan pada injury time melalui gol Agung Pribadi di menit 93. Persebaya pun menang 3-1.

Babak I

Persebaya sejak menit pertama tampil menekan hingga menciptakan beberapa peluang. Baru empat menit berselang, David Da Silva sudah terlepas dari kawalan bek Persela meski tendangannya mampu diblok oleh kiper Persela Dedi Kuswanto.

Ancaman berikutnya dilakukan lewat kaki Rendi pada menit 7. Penetrasi cepatnya ke kotak penalti Persela diakhiri dengan shooting keras yang mengarah tepat ke posisi Kuswanto.

Menit 11, giliran Oktafianus Fernando yang memberikan ancaman. Melihat celah pertahanan Persela yang terbuka, Fernando yang bergerak di sayap kiri melepaskan tendangan langsung ke gawang Persela, namun masih bisa diblok oleh Dwi Kuswanto. Dwi Kuswanto kembali berjibaku menangkap bola sundulan tiga menit berselang.

Pertahanan Persela benar-benar jebol pada menit 16. Berawal dari serangan Persela yang patah di tengah, Persebaya melalukan serangan balik cepat melalui Da Silva. Striker jangkung itu menggiring bola dengan cepat dan leluasa melepaskan tendangan jarak jauh yang menaklukkan Kuswanto. Skor 1-0 untuk keunggulan Persebaya.

David Da Silva kembali mengulangi upayanya. Melakukan sprint di sisi kiri pertahanan Persela, dia menerima umpan terobosan sebelum melepaskan tendangan yang kali ini meleset di sisi kanan gawang.

Gol! Persebaya benar-benar menguasai area pertahanan Persela. Pada menit 30, gelandang Persebaya, Rendi Saputra, menggiring bola tanpa pengawalan sebelum melepaskan tendangan keras ke gawang Persela. Persebaya pun unggul 2-0.

Babak II

Pergerakan yang eksplosif membuat Da Silva terjebak posisi offside di menit 47. Bahkan dia dihadiahi kartu kuning oleh wasit lantaran masih melepaskan tendangan meski hakim garis telah mengangkat bendera.

Meski lebih banyak tertekan, Persela masih sempat beberapa kali memberikan ancaman. Di antaranya saat gelandang Persela Dendi Sulistyawan melepaskan tendangan langsung tepat ke gawang dan membuat kiper Dimas Galih berjibaku menepisnya.

Peluang emas didapatkan Persebaya saat Ferinando Pahabol menerima umpan silang dari David da Silva. Namun kiper Dedi Kuswanto masih sigap menggagalkan peluang itu menjadi gol.

Akhirnya, David da Silva membobol gawang Persela untuk kali kedua di menit 61. Akselerasinya di area pertahanan Persela lepas dari jebakan offside dan melepaskan tendangan terarah ke gawang Kuswanto. Persebaya unggul 3-0.

Tertinggal 3 gol, Persela tak kunjung panas. Serangan mereka masih mudah dipatahkan di kotak penalti Persebaya. Kiper Dimas Galih beberapa kali menepis bola, namun masih cukup mudah mengatasinya.

Justru Persebaya yang nyaris menambah keunggulan melalui serangan cepat. Ricky Kayame merebut bola yang terlepas dari tangan Kuswanto dan menendang bolak ke gawang di menit 80. Namun wasit menganulir gol itu lantaran Kayame dianggap melanggar kiper. Skor 3-0 bertahan hingga akhir pertandingan.