Mental Luar Biasa, Indonesia Juara Piala AFF U-16

Timnas Indonesia U/16 (Pssi.org)
11 Agustus 2018 20:56 WIB Adib Muttaqin Asfar Indonesia Share :

Solopos.com, SIDOARJO -- Timnas Indonesia U-16 akhirnya melepaskan dahaga publik Indonesia akan gelar juara di level Asia Tenggara. Indonesia menjadi juara Piala AFF U-16 dengan proses dramatis tanpa lelah dan lepas dari tekanan hingga adu penalti hingga skor akhir 1-1 (5-3).

Indonesia tampil sangat dominan sejak menit pertama. Bahkan di babak pertama, penguasaan Indonesia mencapai 70%. Indonesia sebenarnya nyaris unggul di menit 28 jika gol Supriadi tidak dianulir wasit.

Thailand bukannya tanpa perlawanan. Meski pertahanan mereka lebih sering dikurung Indonesia, mereka beberapa kali melakukan serangan balik. Serangan paling berbahaya terjadi di menit 35 atau setelah mereka kebobolan oleh gol Fajar Fathur.

Sayangnya, sejumlah peluang yang didapatkan Indonesia belum berbuah gol. Justru di babak kedua, tepatnya menit 73, Thailand menyamakan kedudukan memanfaatkan celah di kiri pertahanan Indonesia. Thailand pun memaksakan pertandingan ditentukan melalui adu penalti.

Indonesia akhirnya bisa meraih kemenangan di babak tos-tosan setelah seluruh eksekutor Indonesia berhasil menyarangkan bola ke gawang. Empat penendang Indonesia, yaitu Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy, dan David Maulana sukses mengeksekusi bola. Sedangkan kiper Ernando tampil brilian dengan menggagalkan dua eksekusi Thailand. Indonesia pun unggul 4-2 di adu penalti.

Babak I

Baru menit keempat Indonesia memberikan ancaman pertamanya dengan melakukan tendangan jarak jauh ke arah gawang, namun terlalu lemah. Menit keenam, Indonesia melakukan tekanan dengan mengurung pertahanan Thailand. Kombinasi pergerakan Yudha yang melakukan overlap di sisi kiri bersama Supriadi dan melebar ke kanan membuat pertahanan Thailand panik. Mereka terpaksa melanggar Andre yang berupaya mencari ruang tembak.

Menit 8, kerja sama Bagus Kahfi dan Brylian di tengah kembali membuka celah pertahanan lawan. Sayang, bola yang sudah berada di kotak penalti masih bisa dikuasai kiper Anuchid Taweesri.

Menit 12, tekanan Indonesia memaksa Thinakrit melanggar Amanar hingga mendapat kartu kuning.

Peluang bersih didapatkan Indonesia di menit 14. Andre yang membawa bola mendekati kotak penalti memberikan umpan kepada Kahfi. Tendangan Kahfi dari sudut sempit hanya membentur sisi kiri mistar gawang Thailand.

Thailand membalas dengan serangan cepat yang dilakukan melalui umpan panjang ke striker mereka di depan. Namun kiper Ernando dengan cepat mengantisipasi.

Menit 17, pelatih Fakhri Husaini memasukkan Fajar Fathur untuk menggantikan Amanar demi memperkuat sayap kanan. Namun, Indonesia masih belum bisa menembus pertahanan Thailand

Menit 27, Bagus Kahfi melepaskan umpan terobosan kepada Supriadi yang tak terkawal di kotak penalti. Namun upayanya mengejar bola membuatnya berbenturan dengan kiper Thailand. Benturan ini sempat membuat sedikit ketegangan.

Upaya Bagus Kahfi memberikan umpan kepada Supriadi kembali nyaris menghasilkan gol. Sayang, tembakan akurat yang disarangkan Supriadi ke gawang Thailand tidak disahkan sebagai gol karena sudah terjebak offside.

Supriadi menjadi pemain kunci dalam serangan Indonesia. Posisinya berubah menjadi goal getter dari posisi naturalnya sebagai sayap kiri.

Menit 33, Fajar Fathur memecah kebuntuan dengan gol indahnya. Menerima umpan panjang dari Andre di zona pertahanan Indonesia, Fajar yang berlari di sisi kanan menyambutnya dengan satu sentuhan yang menembus gawang Thailand. Indonesia unggul 1-0.

Thailand yang tersentak berupaya membalas dengan mengurung kotak penalti Indonesia. Bahkan Ernando harus melakukan dua kali penyelamatan krusial untuk menghalau bola. Upaya menjaga pertahanan ini juga membuat Komang dan Bagas Kaffa berbenturan kepala di depan gawang. Menit 38, Thailand kembali membuat upaya tembakan yang melenceng tipis di atas mistar gawang Ernando. Skor 1-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Babak II

Menit 47, Bagus Kahfi yang mendapatkan bola di depan kotak penalti tidak langsung menembak ke gawang. Dia memilih membawa bola sehingga dilanggar pemain Thailand di dekat kotak penalti.

Tendangan bebas Yudha membentur pagar pertahanan Thailand dan bola jatuh di kaki Kahfi. Namun striker utama Indonesia itu tampak ragu apakah terjebak offside atau tidak dan tendangannya melayang di atas mistar gawang.

Indonesia terus mengurung pertahanan Thailand melalui sayap kiri dan kanan. Bahkan upaya pemain Thailand membendung serangan Indonesia berujung pelanggaran keras terhadap Supriadi di menit 56.

Menit 62, Indonesia kembali mengepung pertahanan Thailand, namun belum ada peluang bersih yang dihasilkan. Semenit kemudian, Supriadi kembali mengancam pertahanan, sayang bola masih bisa dipotong bek Thailand.

Pada menit 65, serangan cepat Indonesia menghasilkan bola liar di luar kotak penalti Thailand. Bagus Kahfi tak tanggung-tanggung melepaskan tendangan kerasnya yang masih menyamping ke sisi kiri gawang. Bagas Kaffa melakukan akselerasi di sayap kanan dan melepaskan umpan silang. Namun tak ada pemain Indonesia yang bersiap di muka gawang.

Sayangnya, Thailand mencetak gol balasan pada menit 73. Celah di sisi kanan pertahanan Indonesia membuat pemain Thailand leluasa menyarangkan bola ke gawang Ernando. Skor menjadi 1-1.

Gol itu membuat Thailand tampil lebih percaya diri menekan pertahanan Indonesia. Namun Indonesia kembali menyerang balik saat Zico melepaskan umpan ke kotak penalti. Namun tembakan keras Supriadi masih bisa ditangkap kiper Thailand.

Peluang terakhir Indonesia terjadi semenit menjelang bubaran melalui sepak pojok. Namun sundulan tepat sasaran masih jatuh di pelukan kiper Thailand.