Debut VAR Kurangi Kontroversi di Spanyol

Barcelona vs Sevilla (Reuters/Jon Nazca)
13 Agustus 2018 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, TANGER - “VAR? Saya yakin itu bisa berjalan baik karena kami menginginkan keadilan dan kami akan puas dengan apa yang terjadi sepanjang itu terlihat sebagai keputusan yang fair.”

Begitulah respon Pelatih Sevilla, Pablo Machin, sebelum timnya bertemu Barcelona dalam Supercopa de Espana di Grand Stade de Tanger, Tanger, Maroko, Senin (13/8/2018) dini hari WIB. Machin dimintai tanggapannya mengenai video assistant referee (VAR) yang kali pertama dipakai di sepak bola Spanyol pada duel yang mempertemukan juara Liga Primera dan Copa del Rey tersebut.

Harapan Machin agar VAR bisa membantu wasit menegakkan keputusan yang adil di lapangan sepertinya terbukti. Dalam pertandingan Sevilla versus Barca tersebut setidaknya wasit Carlos del Cerro membuat tiga keputusan dengan bantuan VAR.

Pertama, VAR dipakai untuk menentukan gol Sevilla, Pablo Sarabia, dalam posisi offside atau onside pada menit ke-9. Hakim garis sebenarnya menunjukkan sinyal gol Sevilla itu dilesakkan dalam posisi offside. Namun, gol itu akhirnya disahkan setelah wasit menganggap onside seusai memakai VAR.

Dalam keputusan selanjutnya, VAR “menguntungkan” Barcelona. Itu terjadi ketika Gerard Pique menyambar bola rebound hasil tendangan Lionel Messi yang membentur tiang gawang Sevilla. Saat itu, Pique berada di dekat gawang dan diduga dalam posisi offside sebelum meneruskan bola rebound tersebut.

Beberapa bek Sevilla yang berada dekat dengan Pique spontan mengangkat tangan karena mereka menganggap Pique offside. Tapi, setelah dilakukan pengamatan melalui VAR, gol Pique disahkan wasit karena pemain yang membela Barca selama satu dekade itu ternyara dalam kondisi onside.

VAR juga meredam kontroversi yang bisa terjadi di menit-menit akhir pertandingan. Tepatnya ketika pemain baru Sevilla, Aleix Vidal, dijatuhkan kiper Barca, Marc Andre ter Stegen, di kotak terlarang. Setelah dilakukan pengamatan dengan VAR, Ter Stegen dinilai melakukan pelanggaran dan wasit memberi hadiah penalti bagi Sevilla.

Sayangnya, algojo penalti Sevilla, Wissam Ben Yedder, gagal mencetak gol penyama kedudukan karena bola tendangannya ditepis dengan ciamik Ter Stegen. “Kami kecolongan karena hal-hal detail,” jelas pemain Sevilla, Pablo Sarabia, seperti dilansir akun Twitter resmi Sevilla.

VAR sudah dipakai di Seri-A Italia musim lalu. VAR pun diterapkan di Spanyol pada 2018/2019. Tak sedikit yang memprediksi VAR bakal meredam kontroversi atas keputusan wasit di Negeri Matador, terutama dalam duel akbar el clasico antara Barcelona versus Real Madrid di Liga Primera musim ini. Hanya Liga Premier Inggris dari empat liga top Eropa yang belum menerapkan teknologi VAR.