PIALA SOERATIN U-17: Pemain PSIK Dikasari di Dalam dan Luar Stadion

Kondisi bus PSIK Klaten Jr. yang mengalami pecah kacanya usai dilempari batu oleh suporter PPSM Sakti Magelang di kawasan Mungkid Magelang, Sabtu (11/8/2018) malam. (Istimewa - Dok. Pribadi Teguh Wibowo Slamet)
13 Agustus 2018 00:20 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, KLATEN--Insiden tidak menyenangkan dialami kesebelasan PSIK Klaten Junior (Jr) seusai mengalahkan tuan rumah PPSM Sakti Magelang di ajang Piala Soeratin U-17 dengan skor 3-1 di Stadion Moch. Soebroto Magelang, Sabtu (11/8/2018) sore.

Ancaman kepada pemain PSIK Klaten Jr. sudah dimulai sejak pertandingan masih berlangsung. Di lapangan, dua pemain PSIK Klaten Jr. mengalami cedera parah setelah mendapat tekel keras dari pemain lawan. Di luar lapangan, para pemain PSIK Klaten Junior juga mendapat ancaman dari para suporter tuan rumah yang murka karena tidak terima tim kesayangan mereka kalah.

Tokopedia

Seusai pertandingan, skuat PSIK Klaten Jr. terpaksa menunda kepulangan lebih cepat. Mereka harus menunggu stadion sepi untuk pulang ke Klaten. Untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan, polisi mengawal bus yang membawa para pemain dan ofisial PSIK Klaten Jr. Sayang, pengawalan oleh pihak polisi itu hanya sampai di kawasan tak jauh dari Mall Armada Town Square. Setelah itu, tidak ada lagi pengawalan dari pihak kepolisian.

Sesampainya di kawasan Mungkid, kelompok suporter mengejar bus yang membawa skuat PSIK Klaten Jr. Mereka lantas melempar batu ke arah bus yang mengakibatkan kaca belakang dan samping kanan pecah. Kondisi itu membuat para pemain panik. Beruntung tidak ada pemain PSIK Klaten Jr. yang terluka karena pelemparan batu itu. “Alhamdulillah anak-anak masih diberi perlindungan oleh Allah sehingga mereka tidak terluka meski bus yang mereka tumpangi rusak akibat pelemparan batu,” jelas Manajer PSIK Klaten Jr. Teguh Wibowo Slamet saat dihubungi, Minggu (12/8/2018) malam.

Setelah insiden itu, ofisial PSIK Klaten Jr. meminta perlindungan kepada Polsek terdekat. Mereka bisa pulang ke Sragen dengan pengawalan secara estafet oleh polisi yang melibatkan Polsek Muntilan, Polsek Tempel, Polsek Jombor, Polsek Depok dan Polsek Prambanan. “Bus yang rusak itu baru dibeli. Kebetulan ada donatur yang peduli dengan membelikan bus itu untuk PSIK,” ucap Teguh.

Manajemen PSIK Klaten Jr. berencana melaporkan kejadian itu kepada Komdis PSSI Jateng. Manajemen tim berjuluk Harimau Muda Merapi itu berharap kejadian serupa tidak terulang. “KONI akan membiayasi pengobatan dua pemain PSIK yang cedera. Terkait penyerangan kepada bus pemain, suporter juga harus sportif. Jika suporter sportif, masyarakat dan pecinta sepak bola dapat menikmati tontonan dengan nyaman dan tidak waswas,” ujar Ketua KONI Klaten Otto Saksono.