Prediksi Indonesia Vs Palestina: Tanpa Striker, Siapa False Nine Luis Milla?

Pemain Palestina Shehab Qumbor (13) berebut bola dengan pemain Laos Aphixay Thanakhanty (24) dalam laga Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Minggu (12/8/2018). (Antara - INASGOC - Jessica Margaretha)
15 Agustus 2018 06:30 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, BEKASI -- Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi laga melawan Palestina U-23 di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Rabu (15/8/2018) pukul 19.00 WIB (disiarkan langsung SCTV). Palestina menjadi tim dengan peringkat tertinggi FIFA di Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018.

Palestina belum terkalahkan dalam dua laga pembuka mereka di Grup A, masing-masing imbang tanpa gol atas Taiwan dan menang 2-1 atas Laos. Asisten Pelatih Garuda Muda, Bima Sakti, menilai postur tubuh dan soliditas pemain Palestina bisa menyulitkan lawan yang mereka hadapi.

"Palestina tim bagus yang kuat dan solid. Pemainnya juga berpostur tubuh lebih tinggi daripada pemain kita. Namun kami sudah ada tips untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Bima Sakti.

Luis Milla telah menyiapkan strategi khusus menghadapi Palestina. Mantan pelatih Timnas Spanyol U-21 itu menginstruksikan pemainnya untuk sabar dan tidak terburu-buru mengalirkan bola ke pertahanan lawan. Luis Milla sepertinya belajar dari penampilan Indonesia di babak pertama melawan Taiwan. Saat itu, Alberto Goncalves cs. mendulang serangkaian peluang, tapi kedudukan tetap bertahan 0-0 hingga jeda turun minum.

Dua pemain Palestina, Mahmoud Abuwarda dan Abdallatif Albahdari, pantas diwaspadai Garuda Muda. Abuwarda merupakan motor serangan The Fedayeen Muda, julukan Palestina U-23. Sedangkan Albahdari memiliki jam terbang tinggi karena salah satu pemain senior di tim ini.

Di sisi lain, Luis Milla tidak menutup kemungkinan melakukan rotasi pemain. Itu demi menjaga kebugaran pemain menyusul jadwal padat di Asian Games ini. Indonesia hanya memiliki waktu sekitar dua hari untuk pemulihan dengan pertandingan ketiga melawan Laos, Jumat (17/8/2018) mendatang. Rotasi pemain bisa memengaruhi perubahan strategi bagi Garuda Muda. “Ada kemungkinan menggunakan pemain dengan peran sebagai false nine," ungkap Bima Sakti. 

Sementara itu, Alberto Goncalves meminta rekan-rekannya untuk fokus. Dia tidak ingin Indonesia mabuk kepayang setelah kemenangan telak atas Taiwan. "Jangan larut dalam euforia. Fokus untuk pertandingan besok [Rabu ini] karena laga ini memang berat untuk kita," ujar pemain naturalisasi asal Brasil tersebut.