Beredar Kabar Sanksi Eks Pelatih Persis Solo Dibarter Denda Rp100 Juta

Widyantoro (Solopos/M. Ferri Setiawan)
16 Agustus 2018 20:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO — Eks pelatih Persis Solo Widyantoro sudah menjalani sanksi tidak beraktivitas di dunia sepak bola yang bernaung di bawah PSSI selama sembilan bulan. Tiga bulan lagi, pria yang lebih akrab disapa Wiwid itu bakal terbebas dari sanksi tersebut.

Namun, kabar kurang sedap datang dari pelatih yang dua kali membawa Persis Solo melaju ke babak delapan besar di kasta kedua Liga Indonesia ini. “Saya mendapat kabar kalau PSSI mencoba membarter hukuman untuk Mas Wid. Sanksi untuk Mas Wid bisa diputihkan asalkan mau membayar Rp100 juta. Sekarang saya lagi meminta surat resmi dari PSSI untuk memastikan apakah benar kabar yang saya terima itu,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persis Solo Dedi M. Lawe saat ditemui wartawan di Kantor Persis Solo, Rabu (15/8/2018).

Dedi menilai barter sanksi senilai Rp100 juta itu tidak wajar. Dia heran mengapa tidak sejak awal sanksi kepada Wiwid itu dibarter dengan denda senilai Rp100 juta. Bila sejak awal ada barter sanksi itu, kata Dedi, Wiwid tidak akan kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih seperti sekarang ini.

Sekadar catatan, Widyantoro disanksi tidak boleh beraktivitas di dunia sepak bola selama setahun dan sanksi denda senilai Rp100 juta oleh Komisi Disipin PSSI. Sanksi itu didapat setelah Wiwid dinilai berlebihan dalam memprotes wasit dengan berusaha menjegal sang pengadil lapangan saat Persis Solo menjamu Cilegon United di Stadion Manahan musim lalu.

Selain Wiwid, pelatih kiper I Komang Putra dan masseur Mursyid juga disanksi denda masing-masing Rp30 juta karena dinilai tidak mengindahkan sportivitas. Manajemen Persis Solo sudah mengajukan banding kepada Komisi Disiplin.

Meski begitu, banding itu ditolak sehingga manajemen akhirnya mengajukan peninjauan kembali (PK) kepada Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Hingga kini, Ketua Umum PSSI tidak merespons permohonan PK oleh manajemen Persis Solo. Dedi menganggap permohonan PK itu secara tidak langsung ditolak oleh Ketua Umum PSSI.

Dedi mengakui hingga kini manajemen Persis Solo memang belum membayar sanksi denda senilai Rp100 juta yang dijatuhkan kepada Wiwid itu. Menurut Dedi, biasanya PSSI akan memotong subsidi secara otomatis sebagai ganti pembayar denda oleh manajemen.

“Subsidi yang kami terima ternyata utuh, tidak ada potongan denda untuk Mas Wiwid, Mas Komang dan Mursyid dengan total sekitar Rp160 juta. Jadi, kami menganggap soal sanksi denda itu sudah tidak berlaku. Sekarang kok malah ada kabar tahu-tahu PSSI minta barter sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan untuk Mas Wiwid dengan denda senilai Rp100 juta,” ucapnya. 

Tokopedia