Chelsea vs Arsenal: Derby Tim Transisi

Jorginho (kiri) mengadang laju Henrikh Mkhitaryan pada laga International Champions Cup saat Chelsea melawan Arsenal di Aviva Stadium, Dublin, Irlandia, Rabu (1/8/2018). (Reuters - Paul Childs)
17 Agustus 2018 22:19 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON--Chelsea dan Arsenal sama-sama dalam masa transisi setelah melakukan perubahan di kursi pelatih masing-masing di musim ini.

Chelsea ditukangi Maurizio Sarri menggantikan Antonio Conte yang dipecat setelah mempersembahkan trofi Liga Premier dan Piala FA selama dua tahun membesut tim London Barat ini. Sementara Arsenal menunjuk Unai Emery untuk mengisi posisi Arsene Wenger yang mundur seusai 23 tahun menukangi tim berjuluk The Gunners.

Chelsea mengawali laga dengan kemenangan sedangkan Arsenal mengalami kekalahan.  Setelah takluk dari Manchester City di Community Shield, Chelsea menjungkalkan Huddersfield Town 3-0 pada match week pembuka Liga Premier 2018/2019. Sedangkan Arsenal tumbang 0-2 dari City di Emirates Stadium dalam kampanye perdana mereka musim ini.

Sarri memboyong anak buahnya di Napoli, Jorginho, untuk menjadi “penerjemah” strategi permainan yang diinginkannya di Chelsea. Jorginho tampil sesuai ekspektasi sang bos. Pemain berdarah Brasil itu menjadi leader permainan The Blues, plus menyokong gol penalti dan mencaplok 93,9% akurasi operan saat melawan Huddersfield.

"Saya suka bocah yang dibawa Sarri, Jorginho, saya pikir dia benar-benar hebat. Saya menyaksikannya caranya mengkaver keseluruhan permainan, caranya menekan dan dia didekasikan untuk teman-teman setimnya seperti yang diinginkan Sarri," jelas legenda Chelsea, Dennis Wise, seperti dilansir goal.com, Jumat (17/8/2018).

Jorginho bakal kembali menjadi penyambung lidah Sarri di lapangan ketika Chelsea menjamu Arsenal  di Stamford Bridge, London, Sabtu (18/8/2018) pukul 23.30 WIB. Dalam 52 pertemuan di Liga Premier, Arsenal dominan dengan meraih 54 persen kemenangan di paruh pertama alias 26 duel pembuka. Tapi, dalam pertemuan paruh kedua alias 26 duel terakhir, Chelsea lebih superior ketimbang tetangga mereka itu dengan meraup 54 persen kemenangan.

Jika bisa kembali tampil agresif seperti melawan Huddersfield, Chelsea bukan tak mungkin bakal memaksa Arsenal melakoni start jeblok seperti dalam dua laga di Liga Premier 1992/1993. Saat itu, The Gunners menelan kekalahan back-to-back dalam dua laga pembuka musim, masing-masing dari Norwich City dan Blackburn Rovers pada Agustus 1992.

 

Terlalu Dini

Sebenarnya terlalu dini menilai permainan Arsenal bakal mendapat rapor merah di bawah Emery. Buktinya, The Gunners beberapa kali memberi tekanan kepada City, meski hasil akhir menunjukkan kekalahan 0-2 bagi Mesut Ozil dkk. Emery pun tidak akan mengganti kiper Petr Cech dengan penjaga gawang baru mereka, Bernd Leno, dalam starting XI saat derby London di Stamford Bridge nanti. Gawang Cech kebobolan dua kali saat bertemu City. Tapi kiper asal Rep. Cheska itu masih dipercaya mengawal gawang Arsenal ketika kembali ke markas mantan klubnya, Chelsea.

“Untuk Sabtu ini, keputusan yang mudah buatku. Petr Cech akan kembali menjadi strater, saya percaya kepadanya. Namun di masa nanti saat Bernd jadi starter, saya juga akan percaya pada dia,” jelas Emery, seperti dikutip theguardian.com.

Bukan hanya Cech yang akan bernostalgia dengan mantan klubnya. Striker Chelsea, Olivier Giroud, juga bereuni dengan Arsenal. Apabila bisa mencatatkan namanya di papan skor, Giroud bakal mengikuti jejak Cesc Fabregas sebagai pemain yang mampu mencetak gol untuk kedua tim dalam derby London yang mempertemukan Chelsea dan Arsenal di Liga Premier.