Milla Ungkap Kunci Kemenangan Atas Laos: Hansamu-Ricky Fajrin

Luis Milla (Antara/Arif Firmansyah)
18 Agustus 2018 17:30 WIB Newswire Dunia Share :

Solopos.com, BEKASI -- Kemenangan Timnas Indonesia U-23 3-0 atas Laos di antaranya ditentukan oleh 2 gol yang dicetak Alberto "Beto" Goncalves. Namun, kunci kemenangan itu justru ada pada duet center back Indonesia, Hansamu Yanma Pranata dan Ricky Fajrin yang bermain brilian.

Bahkan Ricky Fajrin mencetak gol ketiga Indonesia setelah mendapatkan assist dari patnernya, Hansamu. Di luar gol itu, kokohnya lini belakang menjadi kunci untuk membuat serangan Laos mati kutu.

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Luis Milla, membeberkan resep timnya membantai di laga babak penyisihan Grup A sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot, Bekasi, Jumat (17/8/2018) malam. Menurut Milla, peran besar para pemain belakangnya ini yang menghindarkan petaka seperti saat melawan Palestina.

"Kita ketahui, pertandingan lawan Laos tadi sama seperti kemarin [saat Timnas Indonesia U-23 dikalahkan Timnas Palestina U-23 dengan skor 1-2 di laga kedua Grup A]. Kurang lebih kita kuasai pertandingan, tapi kali ini kuncinya itu kami bermain lebih hati-hati karena ada penyerang mereka [Laos] menggantung di depan," beber Milla dilansir Suara.com.

"Mungkin kunci pada pertandingan ini adanya marking dari Hansamu dan Ricky. Mereka main brilian. Kami kokoh di pertahanan, karena itu kami bisa mencetak gol secara leluasa," sambung eks pelatih Timnas Spanyol U-21 itu.

Pada laga yang disaksikan langsung oleh kurang lebih 29.000 penonton itu, Milla sendiri terlihat sangat aktif di pinggir lapangan. Pelatih asal Spanyol itu sering memberikan instruksi kepada Evan Dimas dan kawan-kawan.

Milla pun menyebut hal itu sebagai hal yang wajar dilakukan. Hal ini berbeda dengan sikap yang ditunjukkannya ketika menangani Timnas U-23 di SEA Games 2017 lalu, di mana sang juru taktik terlihat lebih pasif di touchline.

"Tidak ada yang beda dengan gaya saya, itu semua tergantung pertandingan. Saya harus mengarahkan pertandingan dan memberikan informasi kepada para pemain," jelasnya.

Tentu saja Milla juga mengakui bahwa dua pemain senior yaitu Beto dan Stefano Lilipaly sebagai pemain penting.

"Mereka berdua merupakan pemain penting dalam skema serangan tim," ujar Luis Milla di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/8/2018) malam.

Milla menyebut, kedua pemain di atas memiliki kemampuan untuk bermain dengan tajam dalam intensitas yang tinggi. Dari tiga pertandingan, Beto mencetak tiga gol dan Lilipaly dua gol. Artinya Beto dan Lilipaly menyumbangkan lebih dari 62 persen gol Indonesia.

Beto sejatinya hanya bermain di dua laga ketika mengalahkan China Taipei 4-0, Minggu (12/8/2018) dan menaklukkan Laos 3-0, Jumat. Milla mengakui sulit menurunkan Beto dan Lilipaly bersamaan di setiap pertandingan Asian Games 2018 yang padat.

Lilipaly bisa diturunkan setiap saat mengingat usianya yang 28 tahun dan fisiknya berada di puncak performa. Namun berbeda dengan Beto yang sudah berusia 37 tahun.

"Kami harus menjaga Beto agar dia selalu bugar dan fit untuk bermain. Kami mesti tahu bagaimana cara mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Jika dia bermain penuh hari ini, misalnya, sulit untuk menurunkannya di laga yang digelar hanya dua hari berikutnya. Itulah mengapa saya tidak memainkannya di laga kontra Palestina, Rabu (15/5), yaitu agar dia dapat berlaga melawan Laos," tutur pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.

Khusus untuk Lilipaly, Milla mengatakan dirinya terkadang harus menginstruksikan gelandang keturunan Belanda itu untuk tidak berlari terlalu banyak.

Sumber : Suara.com, Antara