Beredar Isu Tidak Sedap Jelang Persis Jr. Vs PPSM Jr.

Persis Junior (Solopos/Nicolous Irawan)
19 Agustus 2018 09:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLOPersis Solo Junior (Jr.) akan menjalani laga terakhir babak penyisihan Grup 4 Piala Soeratin U-17 Zona Jateng menghadapi PPSM Sakti Magelang Jr. di Stadion Sriwedari, Minggu (19/8/2018) sore WIB.

Laga itu sejatinya tidak berarti apa-apa bagi Persis Solo Jr. karena sudah memastikan langkah ke babak 12 besar. Namun, PPSM Sakti Magelang Jr. wajib menang jika ingin membuka peluang lolos ke babak 12 besar.

Menang saja belum cukup bagi PPSM Sakti Magelang Jr. Tim berjuluk Laskar Macan Tidar Muda ini masih harus menunggu hasil pertandingan antara PSISra Sragen Jr. melawan PSIK Klaten Jr. di Stadion Taruna Sragen di waktu yang bersamaan. Bila bisa menang melawan Persis Solo Jr, sementara PSIK Klaten Jr. takluk dari PSISra Sragen Jr, maka PPSM Sakti Magelang dipastikan melaju ke babak 12 besar.

Dua hari jelang laga itu sudah beredar kabar kurang sedap yang menyebut Persis Solo Jr. dan PPSM Sakti Magelang Jr. sengaja bersekongkol untuk menggagalkan PSIK Klaten Jr. melaju ke babak 12 besar. Kabar yang beredar di kalangan warga Klaten itu menyebut bahwa PPSM Sakti Magelang sengaja meminta Persis Solo Jr. untuk mengalah dengan imbalan dana.

Namun, isu tidak sedap itu dibantah oleh manajemen Persis Solo Jr. Asisten Manajer Persis Solo Jr. Yudi Winarno menanggapi dengan tertawa terkait beredarnya isu tidak sedap itu. “Itu terjadi bila kami tidak bisa menyelenggarakan pertandingan besok [Minggu] sehingga dianggap kalah 0-3 [dari PPSM Sakti Magelang Jr.]. Memang ada kekhawatirkan di situ,” ujar Yudi Winarno saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (18/8/2018).

Yudi mengakui Persis Solo Jr. memang dilanda masalah finansial. Meski mampu tampil apik hingga memuncaki klasemen Grup 4, keuangan tim Persis Solo Jr. dalam kondisi kritis. Bahkan, hingga Jumat (17/8/2018), manajemen Persis Solo Jr. belum yakin bisa menggelar laga terakhir melawan PPSM Sakti Magelang di Stadion Sriwedari.

“Tapi kami berusaha keras dengan mengadakan iuran untuk menyelesaikan tahap pertama. Semoga dengan keadaan kami sekarang ini, manajemen di Jakarta, suporter dan semua pihak yang peduli sepak bola bisa membantu mengulurkan tangan,” ucap Yudi. 

Tokopedia