Tak Bisa Bermarkas di Stadion Sriwedari, Persis Solo Kembali Ngungsi di Madiun?

Persis Solo (Solopos/Imam Yudha Saputra)
23 Agustus 2018 23:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Persis Solo dipastikan tak bisa menggunakan Stadion Sriwedari sebagai kandang saat berlaga dalam lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia. Hal itu lantaran Polresta Solo tak memberikan rekomendasi.

Seperti diketahui, Persis Solo harus mencari kandang baru mengingat Stadion Manahan Solo bakal direnovasi. Persis sempat mengungsi ke Stadion Wilis, Madiun, dalam pertandingan terakhir. Namun, mereka lebih ingin bermain di Solo.

Upaya pun dilakukan agar bisa menggunakan Stadion Sriwedari. Namun, pada akhirnya izin dari pihak keamanan tak didapatkan karena sejumlah faktor. Dengan demikian, Persis pun bisa jadi kembali meminjam Stadion Wilis Madiun sebagai kandang saat menjamu Aceh United dan Persiraja Banda Aceh pada 3 dan 8 September 2018 mendatang.

“Tidak hanya manajemen yang sangat kecewa, tetapi seluruh pecinta sepak bola Persis Solo merasakan hal yang sama yakni kecewa. Apa pun risikonya pasti ada solusi yang terbaik, karena Persis Solo adalah kebanggaan warga Soloraya. Kita selaku manajemen Persis Solo hanya berkeinginan sepak bola di Solo lebih maju, lebih profesional dan berharap pemain-pemain sepak bola dari Solo bisa mewarnai di timnas,” tutur Manajer Persis Solo Setiawan Muhamad kepada Solopos.com, Kamis (23/8/2018).

Demi menunjang kelayakan Stadion Sriwedari, manajemen sebenarnya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp300 juta hingga Rp500 juta untuk penambahan fasilitas stadion seperti pagar pembatas, lampu stadion dan pembenahan ruang ganti pemain. Pembenahan Stadion Sriwedari itu direncanakan dilaksanakan selama 15 hari.

“Seolah-olah Persis Solo tidak diperkenankan bertanding di kandang. Dengan begini, Persis Solo kehilangan marwahnya. Pemerhati atau pecinta sepak bola di Soloraya harus tahu bahwa kami diusir dari Kota Solo. Ini tentu akan mengganggu usaha keras membawa Persis ke Liga 1,” tutur Iwan.