Newcastle 1-2 Chelsea: Surprise Gagal Benitez

Eden Hazard (tengah) melakukan selebrasi gol pertama Chelsea bersama Cesar Azpilicueta dan Jorginho saat melawan Newcastle United pada lanjutan Liga Premier di St James Park, Newcastle, Minggu (26/8/2018). (Reuters - Scott Heppell)
28 Agustus 2018 00:16 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, NEWCASTLE—Maurizio Sarri sempat shock melihat Newcastle United memainkan formasi lima bek saat melawan timnya, Chelsea, di St. James Park, Minggu (26/8/2018) malam WIB.

Ya, Rafael Benitez mendadak mengubah taktik favoritnya yakni 4-2-3-1 menjadi 5-4-1 dengan hanya mengandalkan Salomon Rondon sebagai ujung tombak.  Strategi ultradefensif ini awalnya berjalan baik saat The Blues tak mampu mencetak gol hingga menit ke-75. Namun petaka itu tiba semenit berselang saat bek anyar Newcastle, Fabian Schar, dianggap melanggar Marcos Alonso di kotak terlarang. Eden Hazard yang menjadi algojo penalti menunaikan tugasnya dengan mulus untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Joselu, tuan rumah akhirnya menyerah setelah DeAndre Yedlin membuat gol bunuh diri tiga menit jelang bubaran. Halauan Yedlin justru membuat bola tembakan Alonso berubah arah hingga mengecoh kiper Martin Dubravka. Ini menjadi kemenangan pertama Chelsea di St. James Park sejak Desember 2011.

Sarri sudah mengetahui bakal menghadapi laga sulit karena di musim sebelumnya Chelsea, Manchester United, hingga Arsenal terkapar di markas Newcastle. Dia justru kaget dengan strategi Rafael Benitez yang menumpuk lima bek saat melawan timnya. Saat itu, Schar, Federico Fernandez dan Ciaran Clark diplot sebagai jantung pertahanan, sedangkan Yedlin dan Dummett diplot sebagai bek sayap. “Di Italia, saya belum pernah melihat Rafa bermain dengan lima bek dan sangat kompak. Ini laga yang amat susah,” ujar Sarri seperti dilansir ESPN. 

Pembelaan Diri

Strategi parkir bus The Magpies memang membuat Chelsea leluasa mendikte permainan. Berulangkali Eden Hazard, Pedro, hingga Jorginho membuat barisan pertahanan tuan rumah pontang panting. The Blues bahkan unggul mutlak 81% berbanding 19% dalam penguasaan bola, mencatat 913 umpan atau 100 umpan lebih banyak ketimbang tim lain dalam satu laga musim ini. Jorginho secara pribadi mengoleksi 158 umpan sukses sepanjang laga, lebih banyak dari total umpan sukses yang dilakukan seluruh pemain Newcastle! (131).

Meski didukung statistik umpan yang spektakuler, faktanya The Blues hanya mampu melepaskan tiga tembakan ke gawang selama 90 menit. Salah satu di antaranya adalah penalti milik Hazard. Benitez pun membela diri bahwa taktik yang diterapkannya sudah tepat. Pandit seperti Jamie Redknapp dan Graeme Souness sempat mengkritik keras formasi yang diterapkan Benitez. Mereka menilai Newcastle mestinya malu karena tampil bertahan di saat tim sebenarnya mampu bermain lebih baik. “Saya tidak tahu saat [Pep] Guardiola berada di Barcelona, mereka punya 80% penguasaan bola dan kalah dari Celtic. Statistik penguasaan bola hanya untuk televisi, itu tidak ada artinya,” tukas Benitez dilansir Chronicle.

Kekalahan itu membuat Newcastle hanya meraih satu poin dari tiga laga awal Liga Premier. Sebaliknya, hasil tersebut membawa Chelsea menempel Liverpool di puncak klasemen dengan nilai sempurna, sembilan.

Tokopedia