Ketika Penunjukan Zidane Hanya Wacana...

Suasana di luar Stadion Old Trafford sebelum laga Manchester United versus Leicester City Jumat (10/8) lalu. Posisi manajer Jose Mourinho dalam posisi kritis menyusul buruknya performa United. (Reuters - Andrew Boyers)
28 Agustus 2018 23:46 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MANCHESTER--Jose Mourinho mungkin sedang menjalani tantangan paling berat dalam kurang lebih 20 tahun  karier manajerialnya. Pelatih kontroversial itu memang pernah menyentuh era kejayaan, seperti ketika membawa Inter Milan meraih treble winner pada 2009/2010. Namun, Mourinho kini lebih sering muncul karena uring-uringan ketimbang prestasinya mendampingi timnya di lapangan.

Memasuki musim ketiganya bersama Manchester United, tekanan Mourinho semakin besar. United menelan dua kekalahan hanya dalam kurun waktu delapan hari, yakni di kandang Brighton dan ketika menjamu Tottenham Hotspur di Liga Premier. Inilah kali pertama United menelan dua kekalahan dalam tiga laga pembuka Liga Premier sejak 1992/1993! Sudah menjadi rahasia umum, pelatih asal Portugal itu memiliki tren buruk di musim ketiga. Dia dipecat dalam dua kali periode menukangi Chelsea dan Real Madrid masing-masing di musim ketiga.

Namun, gembar-gembor pemecatan Mourinho di media sepertinya tidak sejurus dengan kondisi sesungguhnya. Executive Vice-Chairman United, Ed Woodward, dan petinggi United dilaporkan tidak akan memecat Mourinho dalam waktu dekat ini. Woodward bahkan masih memberikan dukungan kepada Mourinho dan para pemain United seusai mereka dipermalukan Spurs 0-3 di Old Trafford, Selasa (28/8/2018) dini hari WIB. Woodward mendatangi ruang ganti pemain seusai laga dan mengaku terkesan dengan penampilan Romelu Lukaku dkk. di babak pertama.

Sejak kursi pelatih United ditinggalkan Sir Alex Ferguson, United memang terkesan cukup sabar dalam menangani pelatih. Buktinya, David Moyes dan Louis van Gaal dipecat karena pernah membuat United gagal lolos ke Liga Champions. Sedangkan Mourinho membawa Setan Merah kembali ke kasta sepak bola paling tinggi di Eropa dalam dua musim perdananya. Toh, musim ini juga baru berjalan tiga laga.

Atas pertimbangan itu, posisi Mourinho disebut-sebut sementara masih aman di Old Trafford. Pelatih yang digaji 15 juta poundsterling (Rp283,4 miliar) per tahun itu masih menyisakan kontrak hingga 2020. Itu artinya spekulasi mengganti Mourinho dengan Zinedine Zidane hanya sekadar wacana.

 Zidane sempat santer diberitakan bakal merapat ke Old Trafford. Pelatih yang kini sedang menganggur setelah membawa Real Madrid mencetak hattrick juara Liga Champions itu juga disebut-sebut menginginkan jabatan pretisius di klub pencetak rekor juara Liga Premier Inggris tersebut. "Mengapa kita membicarakan Zidane ketika tidak ada jabatan yang bisa diisi?," ujar seorang sumber orang dalam United, seperti dilansir manchestereveningnews.co.uk.

Meski demikian, spekulasi pemecatan Mourinho sekaligus siapa yang bakal menggantikannya sepertinya tidak akan reda seketika. Mantan pundit Sky Sports, Andy Gray, mengusulkan Roberto Martinez sebagai pengganti Mourinho di Old Trafford. Martinez terbilang sukses menangani Timnas Belgia karena membawa mereka menempati peringkat ketiga Piala Dunia 2018. Tapi, Martinez tidak pernah membawa klub Inggris, Swansea City, Wigan, bahkan Everton meraih titel Liga Premier.  "Mungkin yang akan Anda dengar membuat Anda tertawa," jelas Gray sebelum menyebut nama Martinez.