Liga Seri-A: Mandragora Dihukum karena Menista Agama

Rolando Mandragora (Instagram)
31 Agustus 2018 00:32 WIB Chrisna Chaniscara Dunia Share :

Solopos.com, ROMA--Ribut-ribut soal penistaan agama ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Di Italia, penodaan agama yang dilakukan seorang pemain sepak bola tengah menjadi bahan pembicaraan warga di Negeri Piza. Rolando Mandragora menjadi pemain yang apes setelah dihukum larangan bermain setelah tertangkap kamera berkata tak senonoh dengan menyebut nama Tuhan.

Peristiwa itu terjadi saat gelandang Udinese tersebut melawan Sampdoria di Stadion Friuli, Selasa (28/8/2018) lalu. Eks pemain Juventus itu kesal setelah tembakannya mampu ditepis kiper Sampdoria berdarah Indonesia, Emil Audero. Spontan Mandragora mengumpat dengan kalimat,” Porca Madonna, Vaffanculo, Dio Cane!” Ucapan itu bisa diartikan menyerang Bunda Maria serta Tuhan sekaligus.

Umpatan ini benar-benar berefek berat karena ada tiga unsur penodaan agama di dalamnya. Porca Madonna, seperti dilansir BBC, Kamis (30/8/2018), adalah istilah Italia yang dipakai untuk menghina Bunda Maria. Adapun “Dio Cane” memiliki dua unsur penodaan. Pada budaya Italia, ada larangan keras untuk menyebut nama Tuhan dengan sia-sia. Menyejajarkan ucapan “Tuhan” dengan “anjing” tentu merupakan penghinaan yang lebih besar. Beruntung pemain 21 tahun kelahiran Scampia, Italia, itu hanya dihukum larangan bertanding satu kali.

Pihak Seri-A awalnya tak menyadari adanya sumpah serapah yang mengandung unsur penistaan agama itu. Mereka baru sadar setelah melihat rekaman pertandingan. “Jelas terlihat dari gambar-gambar televisi untuk membuat pernyataan menghujat, dapat diidentifikasi dari membaca bibirnya tanpa ragu,” tegas komite disiplin Seri-A.

Meski hanya mendapat hukuman ringan, Pelatih Udinese, Daniel Prade, masih mencoba membela anak asuhnya itu. “Mandragora adalah pribadi yang baik, peringatan cukup baginya,” kata dia.

Permasalahan budaya Italia dengan kata "Tuhan" sudah menjadi buah bibir. Sejak 2010, asosiasi sepak bola Italia (FIGC) telah mendisiplinkan pemain dan pelatih yang mengucapkan "Dio" (Tuhan). Gianluigi Buffon pernah dipaksa meminta maaf karena mengucapkan kata "Dio". Meski ia kemudian mengklaim bahwa ia sebenarnya mengatakan "Zio" (berarti paman). Pelatih Chievo Verona, Domenico Di Carlo, juga sempat mendapatkan hukuman serupa karena menyebut "Dio" pada 2010. Bahkan salah satu pemainnya, Michele Marcolini, juga pernah kedapatan mengucapkan "Dio" setelah mendapat kartu merah. Marcolini saat itu berdalih mengatakan "Diaz", meski tidak ada satu orang pun di atas lapangan saat itu yang bernama Diaz.