Masih Pantaskah Balotelli Jadi Ujung Tombak Italia?

Mario Balotelli (Instagram)
10 September 2018 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, BOLOGNA — Italia mengawali kampanye mereka di Grup 3 Liga A, Liga Nations, dengan hasil imbang 1-1 ketika menjamu Polandia di Stadio Dall’Ara, Bologna, akhir pekan kemarin. Striker Italia, Mario Balotelli, mendapat sasaran kritik karena tak tampil bagus.

Italia sendiri diharapkan langsung tancap gas di Liga Nations ini demi menebus kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2018 lalu. Namun, harapan pendukung tim berjuluk Azzurri itu untuk menyaksikan tim kesayangan mereka meraih kemenangan pada laga perdana Liga Nations, pupus. Tim besutan Roberto Mancini tersebut bahkan sempat tertinggal gol Polandia yang dilesakkan Piotr Zielinski di menit ke-40, sebelum akhirnya mereka menyamakan kedudukan melalui gol penalti Jorginho pada menit ke-78.

Balotelli yang diturunkan sebagai starter menjadi sasaran kritik media-media di Negeri Piza seusai pertandingan ini. Bomber Nice tersebut disorot karena dinilai kelebihan berat badan dan kurang fit. Roberto Mancini mengaku Balotelli memang memiliki permasalahan otot pada pagi hari sebelum lama. Namun, alasan itu tidak bisa diterima oleh media-media di Italia.

Dalam lama Whoscored, performa Balotelli hanya mendapat rating 5,96 (dari total 10) saat melawan Polandia. Eks bomber AC Milan dan Manchester City tersebut tercatat hanya melepaskan sekali tembakan. Celakanya, satu-satunya tembakan itu melenceng dari sasaran!

Padahal, Balotelli menjadi pilihan utama Mancini mengisi ujung tombak Azzurri. Dia baru diturunkan ke bangku cadangan dan digantikan bomber Torino, Andrea Belotti, ketika pertandingan memasuki menit ke-65.

“Progres yang lamban. Dia putus asa berada di sekitar [bek Polandia, Kamil] Glik dan Jan Bednarek yang bisa mengalahkannya sejak bola pertama, setelah itu tidak ada reaksi sama sekali darinya. Tidak ada semangat bermain sampai dia diturunkan,” tulis La Gazzetta dello Sport, seperti dilansir football-italia.net.

Kritik tak kalah pedas dilontarkan Corriere dello Sport dan Tuttosport. “Apatis, lesu, lamban untuk menembus bek Polandia, dia selalu bermain di belakang. Ketika dia datang, dia menengok ke bawah, mengecewakan,” ulas Corriere dello Sport.

“Anda bisa lihat, bagiamana Anda bisa lihat, dia sangat kurang bugar,” tulis Tuttosport