Siap-Siap! Ada Wacana Kompetisi Kasta Ketiga Antarklub Eropa

Trofi Liga Champions (Reuters/Maxim Shemetov)
12 September 2018 14:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, NYONKompetisi antarklub di Eropa akan semakin berwarna dan berlapis. Jika sebelumnya hanya dikenal kasta pertama, Liga Champions dan kasta kedua, Liga Europa, maka klub-klub Eropa mengusulkan rencana menambah kasta ketiga.

Apa nama kompetisi kasta ketiga itu bekum ditentukan. Yang jelas, pembentukan kompetisi kasta ketiga ini dilakukan setelah pemangkasan peserta Liga Europa dalam fase grup. Kompetisi baru di Benua Biru ini akan mulai dipertandingkan pada musim 2021/2022. Rilis rencana kompetisi ini pun dikonfirmasi Asosiasi Klub Eropa (ECA), Andrea Agnelli.

Agnelli yang juga Chairman Juventus itu mengungkapkan usulan kompetisi baru itu dalam pembukaan ECA, di Split, Kroasia, Selasa (11/9/2018). “Tinggal menunggu persetujuan Komite Eksekutif UEFA, lampu hijau sudah diberikan untuk memperkenalkan kompetisi kasta ketiga, dengan melibatkan total 96 tim [masing-masing 32 tim untuk Liga Champions, 32 tim untuk Liga Europa, dan 32 tim untuk liga kasta ketiga], itu akan dimulai 2021/2022,” jelas Agnelli, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Selasa.

Selama ini, Liga Europa diikuti 48 klub pada fase grup. Dengan digelarnya kasta ketiga, nantinya Liga Europa hanya akan diikuti 32 tim di fase grup. Jumlah itu sama dengan kontestan fase grup di Liga Champions.

Sudah menjadi rahasia umum, UEFA berusaha keras untuk menaikan pamor Liga Europa. Beberapa terobosan pun dilakukan untuk mendongkrak antusias terhadap “liga malam Jumat” tersebut. Salah satunya dengan meloloskan juara Liga Europa ke Liga Champions di musim berikutnya.

Pembentukan kasta ketiga ini pun diyakini bisa mengatrol pamor Liga Europa. Itu karena masih ada kompetisi di bawahnya. UEFA baru-baru ini menyatakan mengevaluasi secara konstan kompetisi-kompetisi mereka dan mendiskusikan ide-ide baru. Rencana perubahan mungkin diputuskan pada pertemuan Club Competitions Committee.

Meski demikian, keputusan itu tidak bisa diambil dengan mudah. Agnelli dan Chief Executive Arsenal, Ivan Gazidis, yang merupakan perwakilan ECA dalam 17 anggota ExCo UEFA, menyatakan kompetisi kasta ketiga ini belum benar-benar disetujui. Detail dari kompetisi ini juga belum dibahas dan memiliki kejelasan. Namun itu tidak serta-merta membuat kompetisi baru menggantikan Piala Winners yang dicoret pada 1999.