Liverpool Pantang Memble di Wembley

Liverpool (Reuters/Andrew Yates)
14 September 2018 20:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Stadion Wembley menjadi veneu yang meninggalkan cerita-cerita menyedihkan bagi Liverpool dalam beberapa tahun terakhir.

Tim berjuluk The Reds ini selalu menderita kekalahan dalam empat pertandingan di stadion kebanggaan Negeri Ratu Elizabeth II itu sejak mereka menaklukkan Everton 2-1 pada semifinal Piala FA pada April 2012. Kunjungan terbaru Liverpool ke Stadion Wembley bahkan berakhir sangat tragis. Pasukan Jurgen Klopp dibikin babakbelur Tottenham Hotspur 1-4 pada Liga Premier 2017/2018, Oktober 2017.

Namun, The Reds mengusung percaya diri tinggi ketika kembali ke Wembley untuk berjumpa Spurs pada pekan kelima Liga Premier 2018/2019, Sabtu (15/9) pukul 18.30 WIB. Pertama, Liverpool sedang dalam top form. The Reds merupakan satu dari hanya tiga tim yang mampu meraih hasil sempurna dalam empat laga pembuka Liga Premier musim ini, bersama Chelsea dan Watford.

Kedua, pertahanan Liverpool tidak lagi seceroboh seperti musim lalu ketika gawang mereka dihajar empat gol pemain-pemain Spurs di Wembley. Kedatangan kiper termahal kedua di dunia, Alisson Becker, mengubah pertahanan tim asal Merseyside ini seperti berlapis baja. Di depan Alisson, terdapat pula bek termahal di dunia asal Belanda, Virgil van Dijk. Wajar, Liverpool baru kebobolan sebiji gol dalam empat pertandingan pembuka, paling minim kemasukan gol di antara tim-tim lain di Liga Premier musim ini.

Ketiga, Liverpool akan dituntungkan dengan kondisi Spurs yang turun dengan skuat pincang di Wembley nanti. Spurs kehilangan kiper andalan mereka, Hugo Lloris dan gelandang kreatif Dele Alli yang menderita cedera paha.

Nah, tidak ada alasan lagi bagi Liverpool untuk mengakhiri performa memble mereka di Wembley. Jika bisa menaklukkan Tottenham, The Reds akan mengulang sejarah meraih streak kemenangan dalam lima laga pembuka yang pernah mereka capai pada musim 1978/1979 dan 1990/1991.

Hasil mengenaskan 1-4 di Wembley musim lalu sendiri seperti menjadi pelecut penampilan Liverpool. Sebab, sejak itu The Reds tampil gigih untuk finis di zona empat besar Liga Premier plus menembus final Liga Champions. Maka tak berlebihan jika musim ini Mohamed Salah dkk. digadang-gadang bakal mengakhiri paceklik gelar, salah satunya trofi Liga Premier yang kali terakhir mereka kantongi pada 1990.

"Musim lalu adalah yang terbaik dalam karierku. Kami tidak punya pemain seperti Stevie [Steven Gerrard], [Luis] Suarez, dan [Philippe] Coutinho, namun sekarang sebagai tim kami memiliki orang-orang yang tepat di posisi masing-masing dan itu karena sang manajer [Klopp]," jelas gelandang Liverpool, Jordan Henderson, seperti dikutip Liverpoolecho.co.uk, Jumat (14/9/2018).

"Sejak dia tiba, dia memberikan pengarahan tepat dan sekarang kami harus menuntaskan langkah ini dengan meraih gelar juara. Itu akan masif buat kami," lanjutnya.

Tokopedia