Begini Cara Gelandang Persis Heru Setyawan Jawab Cibiran

Heru Setiawan (Persis/solo.id)
14 September 2018 21:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Heru Setyawan mendapat respons kurang baik dari kalangan suporter pada awal kedatangannya di Persis Solo. Cibiran pun datang melalui media sosial (medsos). Mereka meragukan kapasitas pemain yang biasa dipanggil Eto’o itu sebagai gelandang bertahan jempolan yang direkrut Persis Solo.

Tahu ada banyak cibiran melalui medsos, eks pemain Persita Tangerang itu tak mau dibuat pusing. Pria yang baru saja melepas masa lajang itu mengaku hanya menanggapi cibiran itu dengan senyuman. Pemain kelahiran Salatiga 24 tahun lalu itu sadar energinya akan terbuang percuma bila meladeni cibiran dari siapapun yang tak suka padanya. 

“Anggap saja itu angin lalu. Yang penting saya tetap giat berlatih bersama tim. Tujuannya masih sama, yakni membawa tim ini promosi ke Liga 1,” ujar Eto’o melalui media officer Persis Solo, Jumat (14/9/2018).

Kerja keras Eto’o selama latihan terbayar. Ia menjadi gelandang pengangkut air yang selalu menjadi pilihan utama di starting eleven. Pergantian pelatih mulai dari Freddy Muli, Marwal Iskandar, Jafri Sastra hingga Agus Yuwono tidak membuat Eto’o kehilangan tempat di skuat inti. Ia hanya digantikan pemain lain saat dibekap cedera atau terkena hukuman akumulasi kartu. 

Pemain bertinggi badan 180 cm itu memiliki karakter permainan yang lugas di lapangan. Tugasnya di lapangan cukup simpel seperti memberi umpan, merebut bola, pengatur serangan dan sesekali memberikan umpan terobosan ke lini serang. Dia tidak banyak melakukan akselerasi dengan melewati adangan pemain lawan. Namun, ia kerap mematahkan alur serangan yang dilancarkan tim lawan. 

“Saya memang ditugaskan pelatih untuk menjaga kedalaman permainan tim di lini tengah. Lawan tidak boleh terlalu lama menguasai bola. Jadi, bola harus segera saya rebut,” tutur Heru yang juga menjadi rekan Soni Setiawan di skuat Jateng di PON 2016 lalu.