Mandul, Lini Depan Persis Harus Introspeksi

Pemain Persis Solo menjalani sesi latihan di Lapangan Bonakarta Cilegon, Banten, Minggu (16/9/2018) pagi. Persis akan menghadapi Cilegon United pada lanjutan Liga 2 Indonesia di Stadion Krakatau Steel, Cilegon, Selasa (18/9/2018). (Istimewa - Ofisial Persis Solo)
16 September 2018 22:53 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, CILEGON--Kinerja lini serang Persis Solo dalam tekanan. Hal ini karena Persis hanya mampu mencetak empat gol dari delapan laga terakhir Wilayah Barat Liga 2 Indonesia. Satu dari empat gol itu justru dicetak oleh Bayu Andra yang notabene seorang gelandang bertahan.

Pada dua laga pertama Liga 2, Persis bisa menyarangkan masing-masing tiga gol ke gawang Semen Padang FC dan PSPS Riau. Kala itu, lini serang Persis seakan memberi jaminan mutu kepada tim pelatih, manajemen, dan suporter Laskar Sambernyawa.

Namun, setelah dua laga pertama, barisan striker Persis justru kehilangan naluri mencetak gol. Sejak matchday ketiga hingga ke-16, Persis Solo tak mampu lagi mencetak tiga gol dalam satu pertandingan.

Persis kini baru bisa menyarangkan 18 gol dan kebobolan 11 gol. Azka Fauzi menjadi permain paling produktif dengan lima gol. Meski diplot sebagai winger, eks pemain Bali United itu menunjukkan performa impresif sejauh ini. Eli Nasoka yang berperan sebagai gelandang serang menorehkan tiga gol. Sementara barisan lini serang lain yakni Tri Handoko, Dedi Cahyono Putro, dan Johan Yoga baru mengemas dua gol.

Tumpulnya lini serang Persis sebetulnya sudah direspons manajemen dengan melepas tiga pemain di lini serang yakni Sunarto, Jalwandi, dan Chandra Waskito. Dua nama terakhir memang lebih kerap menghangatkan bangku cadangan di era kepelatihan Jafri Sastra.

Sebagai ganti, manajemen kemudian memulangkan lagi Rudiyana dari Persika Karawang dan menggaet striker Abdul Rahman Abanda dari PSPS Riau. Manajemen tergiur dengan jasa Rudiyana yang musim lalu tampil moncer bersama Persis dengan torehan tujuh gol. Sayang, Rudiyana yang diikat kontrak pada awal Agustus lalu belum bisa menjawab kepercayaan pelatih. Mantan striker Persib Bandung itu baru mengemas satu gol. Sementara penampilan Rahman Abanda masih jauh dari harapan. Sejak didatangkan pada akhir Juli lalu, Abanda belum mampu memecah telur.

“Dalam latihan, kami mengevaluasi kerja sama antarlini dan finishing touch. Kesempatan sekecil apa pun, harus bisa dimanfaatkan menjadi gol. Melawan Perserang [pada Kamis, 13/9], empat peluang emas gagal berbuah gol. Lini serang harus instrospeksi dan memperbaiki kinerjanya,” ujar Pelatih Persis, Agus Yuwono, seusai memimpin sesi latihan di Lapangan Bonakarta Cilegon melalui Media Officer Persis, Minggu (16/9/2018) pagi.

Persis bakal menghadapi tuan rumah Cilegon United pada laga ke-17 di Stadion Krakatau Steel, Selasa (18/9/2018). Menghadapi Cilegon United, Agus Yuwono meminta anak asuhnya untuk tampil menyerang sejak menit awal. Juru taktik asal Malang tersebut menginginkan lini serang Persis bekerja lebih keras untuk menciptakan banyak peluang yang bisa dikoversi menjadi gol.

“Kami kehilangan beberapa poin krusial. Untuk menjaga persaingan di papan atas dan lolos delapan besar, dibutuhkan poin demi poin. Kerja keras semua pemain dalam setiap pertandingan wajib dilakukan,” tandasnya.