Real Madrid Vs AS Roma: Tekanan Besar Eusebio Di Francesco

Eusebio Di Francesco (Reuters/Stefano Rellandini)
19 September 2018 15:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MADRID — Tekanan kepada allenatore AS Roma, Eusebio Di Francesco, bakal bertambah besar apabila timnya sampai menelan hasil buruk pada laga pembuka Liga Champions di markas Real Madrid, Santiago Bernabeu, Madrid, Kamis (20/9/2018) pukul 02.00 WIB.

Presiden Roma, James Pallotta, dikabarkan kecewa berat dengan start jeblok Roma di Seri-A musim ini. Maklum, tim berjuluk Serigala Ibu Kota tersebut hanya meraih sekali kemenangan, dua kali imbang, dan sekali menelan kekalahan dalam empat laga perdana mereka di Seri-A 2018/2019.

Salah satu hasil imbang diperoleh Roma ketika bermain 2-2 melawan Chievo, akhir pekan lalu. Dalam duel itu, Edin Dzeko dkk. sempat unggul 2-0 tdi babak pertama. Tapi mereka tidak mampu mempertahankan keunggulan dua gol itu sampai wasit menitup peluit akhir pertandingan.

Kondisi itu sontak membuat EDF, sapaan Eusebio Di Francesco, dalam tekanan. Koran Italia, Gazzetta dello Sport, menyebut start jeblok Roma itu menjadi alarm bahaya bagi posisi EDF di kursi pelatih Il Giallorossi. Nasib elatih berusia 49 tahun itu pun dipertaruhkan dengan hasil Roma di empat laga ke depan di semua kompetisi.

Keempat laga itu adalah melawan Madrid, Bologna, Frosinone, dan Lazio. Sementara media Italia lainnya, Il Messaggero, melaporkan Pallotta akan mengambil tindakan tegas apabila Roma sampai terdepak secara prematur dari Liga Champions musim ini.

Performa buruk Roma di awal musim dinilai berhubungan dengan kebijakan transfer pemain di musim panas lalu. Il Giallorossi menjual tiga pilar, yakni kiper Alisson Becker ke Liverpool, serta gelandang Radja Nainggolan ke Inter Milan dan Kevin Strootman ke Marseille. Penjualan tiga pemain itu memancing kritik fans Roma.

“Semua tahu kami kehilangan Alisson, ada tawaran yang tidak bisa ditolak dan pemainnya sendiri yang ingin hengkang. Strootman juga ingin pengalaman baru. Nainggolan juga sama,” ungkap Di Francesco.

Kini, Di Francesco bergantung dengan pemain-pemain baru yang masih berusia belia, salah satunya Justin Kluivert. Pemain berusia 19 tahun itu memiliki “darah” Catalan yang bisa memicu tensi tinggi jika dimainkan melawan Madrid. Patrick merupakan anak kandung mantan pemain Barcelona, Patrick Kluivert.

“[Justin] Kluivert bisa berkembang pesat, dia akan menjadi salah satu pemain yang sangat penting bagi kami,” jelasnya.