Tanggung Utang Rp46 Juta, Persis Solo Jr. Masih Terancam Denda

Persis Junior (istimewa)
20 September 2018 21:25 WIB Ahmad Baihaqi Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Persis Solo Junior (Jr) terancam mendapat sanksi denda dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jateng menyusul mangkirnya tim dari laga terakhir melawan tuan rumah Persibara Banjarnegara Jr. di Stadion Sumitro Kolopaking pada Minggu (16/9/2018) lalu.

Ofisial Persis Solo Jr. diwakili manajer Abdullah Ibrahim dan asistennya Yudi Winarno sudah menghadiri sidang Komdis PSSI Jateng yang diselenggarakan di Semarang pada Rabu (19/9/2018). Dalam sidang itu, manajemen Persis Solo Jr. menjelaskan penyebab ketidakhadiran tim di laga terakhir kontra Persibara Banjarnegara Jr. tersebut.

"Kami sudah sampaikan semua kepada Komdis. Kami tinggal menunggu keputusannya. Niat kami tidak berhenti dari kompetisi Piala Soeratin. Tapi, karena masalah dana, kami tidak bisa memberangkatkan tim ke Banjarnegara," jelas Yudi Winarno saat dihubungi Solopos.com, Kamis (20/9/2018).

Yudi menjelaskan pada Kamis (13/9/2018), ofisial sudah mengajukan permohonan bantuan biaya awayday ke Banjarnegara senilai Rp8 juta kepada PT. Persis Solo Saestu yang menangungi Persis Solo Jr. Lantaran tidak ada jawaban, pada Sabtu (15/9/2018), ofisial akhirnya merevisi pengajuan anggaran menjadi Rp5 juta dengan konsekuensi tim tidak menginap di Banjarnegara. Akan tetapi, revisi pengajuan anggaran itu tetap tidak direspons oleh PT Persis Solo Saestu.

"Pada H-1, kami masih berkoordinasi dengan panpel Persibara Banjarnegara Jr. Hingga Minggu pukul 00.00 WIB dini hari, seluruh pemain masih siaga. Mereka siap diberangkatkan. Namun, pada pukul 01.33 WIB, kami memberitahukan kepada pemain bahwa tim tak jadi berangkat ke Banjarnegara karena tidak ada titik temu dengan manajemen tim senior," papar Yudi.

Sesuai regulasi Piala Soeratin yang disusun PSSI, tim yang tidak hadir dalam pertandingan terancam sanksi dinyatakan kalah walk over dengan skor 0-3. Perolehan poin tim itu juga terancam minus 3 poin. Dua ancaman sanksi itu sudah tidak berpengaruh karena Persis Solo Jr. sudah dipastikan tidak lolos ke babak semifinal.

Namun, masih ada ancaman sanksi lain yakni denda yang besarnya ditentukan berdasar sidang Komdis PSSI. Ofisial Persis Solo Jr. berharap Komdis PSSI Jateng lebih bijak dalam memahami persoalan yang dihadapi tim sehingga tidak menjatuhkan sanksi yang memberatkan.

Sejak kompetisi dimulai, Persis Solo Jr. sudah mengalami krisis finansial akibat kurangnya dukungan anggaran dari PT Persis Solo Saestu. Bahkan, hingga kini Persis Solo Jr. masih punya tanggungan utang senilai Rp46 juta kepada panpel pertandingan. "Kami sudah melapor permasalahan utang itu kepada direksi PT Persis Solo Saestu. Semoga ada respons positif dari direksi dengan melunasi utang itu," harap Yudi.