Jalani Skorsing, Begini Kabar Terkini Eks Pelatih Persis Solo Widyantoro

Widyantoro (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
24 September 2018 14:45 WIB Abdul Jalil Indonesia Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Mantan pelatih kepala Persis Solo, Widyantoro, mendampingi Laskar Sambernyawa berlatih di Stadion Wilis Kota Madiun, Minggu (23/9/2018) pagi. Sesekali pria bertubuh tegap itu berteriak mengarahkan para pemain untuk berada di posisi yang tepat.

Wajahnya tampak semringah saat berada lapangan melihat para pemain Persis Solo berlatih. Ini menjadi kesempatan awal Wiwid, sapaan akrab Widyantoro, untuk menyemangati tim kebanggaan warga Solo itu setelah dirinya hampir setahun menjalani hukuman dari Komdis PSSI.

Hampir 12 bulan Wiwid tidak beraktivitas di dunia persepakbolaan Indonesia karena skorsing tersebut. Hukuman dari PSSI akan berakhir 12 Oktober 2018.

Di sela-sela mendampingi pemain Persis Solo berlatih di Stadion Wilis, Wiwid bercerita selama hampir setahun menjalani hukuman dirinya banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga. Wiwid bermain dan mendampingi anak-anaknya di rumah.

Pelatih asal Magelang itu mengaku tidak bekerja selama menjalani hukuman. Selama ini Widyantoro menjalani karier sebagai pelatih sepak bola profesional. Sehingga, saat PSSI menghukum dengan tidak boleh beraktivitas di sepak bola, ia pun benar-benar menaatinya sebagai sebuah konsekuensi.

"Pekerjaan saya selama ini sebagai pelatih sepak bola. Kemarin saya lebih banyak bersama keluarga di rumah," kata dia saat berbincang dengan Madiunpos.com.

Bagi Wiwid skorsing dari PSSI tersebut sangat memukulnya. Ada berbagai kesempatan untuk mengembangkan kariernya sebagai pelatih sepak bola yang seharusnya bisa diwujudkan tahun lalu, tapi harus terhenti karena hukuman itu.

Meski demikian, Wiwid mengaku hukuman tersebut juga memberikan banyak hikmah bagi kehidupan dan kariernya.

Praktis hampir setahun ini, Wiwid tidak melatih para pemain Persis Solo. Namun, dia selalu mengikuti perkembangan Laskar Sambernyawa tersebut baik dari media maupun dari internet.

"Saya selalu ikuti perkembangan sepak bola, Persis Solo melalui internet dan media. Pasti mantau Persis Solo," ujar dia.

Dia mengaku masih memiliki utang kepada Persis Solo. Di tangan Wiwid, pada tahun 2014 Persis Solo mampu masuk ke babak delapan besar Divisi Utama, kemudian gagal. Begitu juga pada 2017, Wiwid sanggup membawa Persis Solo masuk delapan besar Liga 2 Indonesia.

Dia mengaku senang bisa kembali ke Persis Solo dan dipercaya untuk membantu pelatih kepala Agus Yuwono dalam menyiapkan pertandingan sisa pada musim ini. Wiwid ingin melihat para pemain Persis Solo untuk kembali bersemangat dan memiliki daya juang.

"Saya ingin anak-anak ini kembali bersemangat lagi. Daya juang anak-anak kembali lagi. Untuk hasil kami serahkan kepada Allah," ujar bapak dua anak itu. 

Sekadar catatan, Widyantoro disanksi tidak boleh beraktivitas di dunia sepak bola selama setahun dan sanksi denda senilai Rp100 juta oleh Komisi Disipin PSSI. Sanksi itu didapat setelah Wiwid dinilai berlebihan dalam memprotes wasit dengan berusaha menjegal sang pengadil lapangan saat Persis Solo menjamu Cilegon United di Stadion Manahan musim lalu.