Prediksi Chelsea Vs Liverpool

Liverpool vs Chelsea (Reuters/Lee Smith)
28 September 2018 21:25 WIB Ahmad Baihaqi Dunia Share :

Solopos.com, LONDON — Tiga hari lalu, Liverpool memang takluk dari Chelsea di Piala Liga. Tapi, pertarungan sesungguhnya bagi kedua tim baru tercipta pada matchday ketujuh Liga Premier malam ini. Kekalahan Liverpool dengan skor 1-2 dari Chelsea tengah pekan ini tidak bisa dijadikan tolok ukur duel mereka di Stamford Bridge, London, Sabtu (29/9/2018) malam WIB.

Maklum, kedua klub top Inggris itu tidak menurunkan starting XI terbaik masing-masing dalam duel di Anfield tersebut. Nah, Liverpool dan Chelsea baru akan menerjunkan amunisi terbaik ketika kembali dipertemukan di Liga Premier.

Liverpool tentu tak mau rekor 100 persen mereka di Liga Inggris terhenti pada duel di Stamford Bridge. Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, bakal menurunkan kembali pertahanan “mahal” miliknya setelah disimpan di Piala Liga. Bek termahal di dunia, Virgil van Dijk, dan kiper termahal kedua di dunia, Alisson Becker, bakal kembali mengawal pertahanan tim berjuluk The Reds.

Klopp percaya diri kali ini timnya bisa membendung winger Chelsea, Eden Hazard, yang mencetak gol lewat aksi individu brilian di Piala Liga. Cuma, dia masih waswas karena Van Dijk diragukan fit setelah cedera tulang rusuk seusai dimainkan kontra Southampton, akhir pekan lalu.

"Virgil pemain kelas dunia, tidak diragukan. Jika Anda kehilangan pemain kelas dunia, itu tidak keren sama sekali. Tapi Dejan Lovren sudah main setelah absen 10 laga," ujar Klopp, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Jumat (28/9/2018).

Tapi pertahanan Liverpool tidak hanya menjadi tugas bek sentral. Peran full-back akan semakin vital, terutama Tren Alexander-Arnold yang berpotensi duel satu lawan satu dengan Hazard. Liverpool juga bisa dengan mudah menguasai bola asalkan mampu mengisolir Jorginho di Stamford Bridge nanti.

Jorginho merupakan ruh permainan Chelsea dengan sentuhan bola hingga 749 kali, lebih banyak dibandingkan pemain lain di Liga Premier 2018/2019. Namun, stabilitas Jorginho sebagai playmaker memaksa N’Golo Kante mengalami dilema posisi. Kante harus bergeser sebagai gelandan kanan. Di posisi barunya itu, Kante harus ikut menyerang, padahal kemampuan menembaknya lemah.

Tanpa Kante di pos gelandang bertahan, pertahanan Chelsea menjadi rentan kebobolan. Dibandingkan saat memakai formasi tifa bek (3-4-3) di era Antonio Conte, skema bertahan Chelsea dengan empat bek (4-3-3) lebih mudah ditembus lawan. Kelemahan The Blues di lini belakang ini bisa jadi dimanfaatkan trisula Firmansah (Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah).

Sementara Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, sepertinya akan memilih Olivier Giroud sebagai striker sentral ketimbang Alvaro Morata. Eks bomber Arsenal itu mencetak lima gol dalam enam penampilan terbarunya di Liga Premier melawan Liverpool. “Pelatih pasti akan membuat beberapa perubahan dibandingkan Piala Liga, namun kami punya banyak pemain berkualitas dan kami tim yang bagus,” ujar Giroud, seperti dilansir Standard.co.uk.