Liga Champions: Prediksi Tottenham Vs Barcelona

Mauricio Pochettino (Reuters/Stefano Rellandini)
03 Oktober 2018 08:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON — Barcelona bukanlah musuh asing bagi Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Pria asal Argentina ini pernah membela rival sekota Barca, Espanyol, dalam total waktu 12 tahun.

Pochettino menjadi pemain Espanyol selama sembilan tahun yang terbagi dalam dua periode, masing-masing 1994-2001 dan 2004-2006. Itu mengapa dia layak mendapat julukan A Periquito atau Pericos (Burung Parkit), sebutan untuk mantan pemain Espanyol yang pernah bertahun-tahun tinggal di Kota Barcelona.

Selain itu, Pochettino meneruskan karier sebagai pelatih Espanyol pada 2009-2012. Wajar apabila mengalir darah anti-Blaugrana dalam Pochettino. Ia bahkan pernah mengucap janji tidak akan pernah menangani Barca karena saking cintanya terhadap Espanyol.

Dalam tiga tahun menangani Espanyol, Pochettino melakoni sembilan kali Derbi Barceloni. Secara umum, hasilnya memang mengenaskan. Poch, sapaan akrabnya, hanya menang sekali, imbang tiga kali, dan menelan kekalahan lima kali. Namun, satu-satunya kemenangan Pochettino atas Barca itu masih sangat membekas dalam ingatannya.

Itu terjadi pada Februari 2009. Pochettino memimpin Espanyol melawan Barca yang supertangguh di tangan pelatih Josep “Pep” Guardiola. Pertandingan pun digelar di Camp Nou, markas raksasa Catalan. Secara tak terduga, Espanyol mampu menundukkan Barca 2-1, sekaligus mengakhiri kutukan mereka tak pernah menang di Camp Nou selama 27 tahun.

“Saya tidak tahu bagimana kami bisa melakukannya. Semua orang berkata Espanyol sudah mati dan tidak punya peluang. Itu kemenangan yang spesial dan memori yang luarbiasa,” kenang Pochettino, seperti dilansir Sports.yahoo.com, Selasa (2/10/2018).

Kini giliran Pochettino mengusung spirit kemenangan langka melawan Barca itu bersama Tottenham ketika kedua tim dipertemukan pada laga kedua Grup Grup B Liga Champions di Stadion Wembley, London, Kamis (4/10/2018) pukul 02.00 WIB. Spurs harus memenangi laga kandang ini apabila mereka ingin membuka jalan lolos ke fase knock-out, menyusul kekalahan Christian Eriksen dkk. pada matchday pembuka di markas Inter Milan.

Sementara itu, setelah melumat PSV Eindhoven 4-0 pada kampanye perdana di Liga Champions 2018/2019, Barca mengalami tren jeblok berupa tak pernah menang di Liga Primera. Pasukan Ernesto Valverde dua kali bermain imbang dan sekali menelan kekalahan. Tren buruk itu membuat Valverde dalam tekanan di kursi pelatih raksasa Catalan.

Barca harus memperbaiki pertahanan mereka yang kebobolan lima gol dalam tiga laga terakhir. Valverde didesak kembali memakai formasi 4-4-2 yang ampuh untuk pertahanan Barca pada musim pertamanya menangani raksasa Catalan. Apalagi, kali ini Gerard Pique dkk. akan menghadapi salah satu striker tersubur di dunia, Harry Kane, yang mencetak 29 gol selama 2018 di level klub maupun tim nasional.

“Kami tidak boleh kebobolan terus di setiap laga,” ujar megabintang Barcelona, Lionel Messi, seperti dikutip Sport.es