Persis Solo Wajib Raih 6 Angka di Laga Sisa

Para pemain Persis Solo menjalani latihan di Stadion Wilis. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
03 Oktober 2018 09:25 WIB Chrisna Chaniscara Indonesia Share :

Solopos.com, SOLOPersis Solo bakal mati-matian mengamankan minimal enam poin di tiga laga terakhir untuk meraih satu tiket ke babak delapan besar Liga 2 2018. Meleset satu poin saja, target Laskar Sambernyawa untuk finis di empat besar klasemen akhir babak penyisihan Wilayah Barat bisa berantakan.

Azka Fauzi dkk. memang kian terpojok setelah dibenamkan Persibat Batang dengan skor 1-2 pekan lalu. Hasil itu membuat Persis tak beranjak dari peringkat ketiga klasemen sementara dengan 29 poin dari 19 pertandingan. Padahal Persis sebenarnya bisa menggusur Persiraja Banda Aceh di peringkat kedua andai mampu meraih minimal hasil imbang di laga tersebut.

“Kemarin itu mestinya poin bagi kami. Tapi yang lalu biarlah berlalu, kami harus fokus untuk meraih kemenangan saat melawan Persika [3/10/2018] dan PSIR Rembang [9/10/2018],” ujar Manajer Persis Solo, Setiawan Muhamad, saat ditemui wartawan di Kantor Persis di Jajar, Selasa (2/10/2018).

Lelaki yang akrab disapa Iwan itu menegaskan enam poin dari dua laga mendatang tak bisa ditawar jika Persis ingin mengamankan diri di empat besar klasemen. Melihat kekuatan Persika dan PSIR yang setingkat di bawah Persis, tim kebanggaan wong Solo itu mestinya tak akan kesulitan memetik poin sempurna.

Iwan mengatakan beban skuat akan lebih ringan saat laga pamungkas melawan Semen Padang apabila berhasil menang saat melawan Persika dan PSIR. “Syukur-syukur di Padang bisa ambil poin meski hanya satu,” tutur Iwan yang juga pengusaha batik itu.

Sang manajer memastikan motivasi Eli Nasoka dkk. tetap tinggi untuk promosi ke Liga 1 musim depan. Meski demikian, Iwan tak menampik pemain sempat mengalami problem psikologis setelah keok melalui gol injury time saat melawat ke Batang. Padahal saat itu Persis sempat unggul lebih dulu lewat Dedi Tri Maulana.

“Memang sempat ada tekanan psikis ke anak-anak, tapi sekarang sudah diatasi lewat team building,” ucap Iwan.