Persis Solo Didenda karena Ulah Suporter, Ini Komentar Presiden Pasoepati

Pasoepati merayakan kemenangan Persis Solo (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
04 Oktober 2018 15:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SOLO - Untuk kali kesekian, manajemen Persis Solo mendapat sanksi denda karena ulah suporternya sendiri. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan denda senilai Rp37,5 juta karena suporter Persis Solo kedapatan melempar botol ke lapangan di laga away kontra Cilegon United di Stadion Krakatau Steel pada 18 September 2018 lalu.

Dalam laga yang dimenangi Cilegon United dengan skor 2-1 itu, suporter Persis Solo merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit yang membuat sejumlah keputusan kontroversial yang merugikan tim tamu. Salah satunya adalah hadiah penalti yang diberikan kepada tuan rumah meski tidak terlihat jelas ada pelanggaran di kotak terlarang. Merasa tak puas dengan kepemimpinan wasit, suporter pun bereaksi dengan melempar botol ke lapangan.

"Kami sangat menyayangkan kejadian itu kembali terulang di musim ini. Tim Persis Solo menerima sanksi yang sama saat bermain dengan tim yang sama di tahun lalu," jelas Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo saat dihubungi Solopos.com, Rabu (3/10/2018).

Rio, sapaan akrabnya Aulia, mengaku sangat kecewa dengan kinerja panitia pelaksana (penpel) pertandingan Cilegon United. Dia menganggap panpel Cilegon United tidak profesional karena membolehkan suporter membawa botol minuman ke tribune stadion. Padahal, sesuai standar operasional prosedur (SOP), botol minuman termasuk barang yang dilarang masuk ke stadion.

"Dalam SOP jelas disebutkan bila botol, flare bahkan roll paper tidak boleh dibawa masuk ke stadion. Seharusnya sebelum masuk ke stadion ada pemeriksaan barang yang dibawa suporter. Hal itu yang tidak dilakukan. Ini bukti bila Panpel Cilegon United tidak profesional karena melanggar SOP," tegas Rio.

Sementara itu, Wakil Presiden Pasoepati Surya Panca menilai kinerja Panpel Persis Solo dan aparat keamanan jauh lebih bagus ketimbang panpel tim lain. Terbukti, tidak pernah ada aksi lempar botol ke lapangan karena barang bawaan suporter sudah dirazia sebelum masuk stadion.

Di sisi lain, Surya Panca mengingatkan Komdis PSSI untuk tidak hanya memberi sanksi kepada klub atas pelanggaran yang dilakukan suporter. Menurutnya, PSSI mestinya bisa berperan dalam mengedukasi suporter, bukan sekadar meminta pertanggungjawaban pihak klub. Surya Panca pun mendukung anjuran Menpora Imam Nahrawi yang meminta PSSI membuat regulasi khusus guna mendisiplinkan suporter.

"Saat bicara tentang Timnas Indonesia, peran suporter sangatlah vital. Jadi suporter ini juga menjadi aset negara, dalam hal ini PSSI. Jadi, sudah semestinya PSSI juga ikut bertanggung jawab dalam mengedukasi suporter," papar Surya Panca.