Nurul Hikmah Sragen Melaju ke 8 Besar Liga Santri Nasional

Pemain Nurul Hikmah Sragen merayakan gol. (Istimewa)
04 Oktober 2018 23:40 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SUKOHARJO — Kesebelasan Nurul Hikmah Sambungmacan Sragen memastikan tiket ke babak delapan besar putaran nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2018. Menghadapi kesebelasan Nahdlatus Shaufiah dari Region Nusa Tenggara II di Stadion Gelora Merdeka Jombor Sukoharjo, Kamis (4/10/2018), wakil Region Jateng II itu menang tipis 1-0.

Pertandingan di babak 16 besar itu berjalan dengan ketat sejak peluit kick off dibunyikan. Kedua tim terlibat jual beli serangan. Tampil di hadapan ratusan pendukungnya sendiri, Nurul Hikmah lebih banyak mengambil inisiatif menyerang. Namun, rapatnya pertahanan Nahdlatus Shaufiah membuat para pemain Nurul Hikmah kesulitan mencetak gol. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 0-0.

Pada babak kedua, Nurul Hikmah kembali tampil dengan determinasi tinggi. Hasilnya, Nurul Hikmah bisa mencetak gol melalui Rizka Fathurrahmah yang lebih akrab disapa Kaka pada menit ke-50. Tertinggal 0-1, Nahdlatus Shaufiah berusaha keras menyamakan kedudukan. Namun, lini belakang Nurul Hikmah cukup sigap untuk mengantisipasi serangan yang dibangun Nahdlatus Shaufiah. Skor tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan tipis 1-0 itu mengantarkan Nurul Hikmah ke babak delapan besar. Namun, kemenangan itu harus dibayar mahal karena ada dua pemain Nurul Hikmah yang dibekap cedera. Keduanya adalah Fahryan dan Raka Satriya.

“Fahryan adalah pemain andalan di lini tengah. Dia cedera engkel pada menit ke-25. Kami menyiapkan Raka Satriya sebagai penggantinya. Tapi, Raka malah menyusul cedera saat pemanasan,” ujar Danang Asqolany, pengurus Ponpes Nurul Hikmah Sambungmacan Sragen kepada Solopos.com, seusai pertandingan.

Padatnya jadwal pertandingan menjadi faktor penyebab pemain mengalami cedera. Baik Fahryan maupun Raka Satriya dipastikan absen di laga berikutnya sehingga stok pemain Nurul Hikmah hanya tersisa 16 pemain.

“Ini turnamen yang sangat berat. Setiap hari tanpa jeda kami harus bertanding di cuaca yang sangat panas. Untuk itu, manajemen kebugaran sangat menentukan [keberhasilan tim memenangi setiap laga],” papar Danang.

Selain memaksimalkan waktu istirahat, Danang menjelaskan, para pemain Nurul Hikmah tidak lupa menjalani mujahadah setiap malam untuk menjaga suasana hati tetap sejuk.

“Malam hari sebelum bertanding, kami menggelar mujahadah di masjid asrama. Mujahadah kami mulai pukul 21.00 WIB hingga 21.30 WIB. Diawali dengan Salat Hajad sebanyak dua rekaat, dilanjutkan baca selawat nabi hingga 1.000 kali,” jelas Danang.