Liverpool Vs Manchester City: Duel Perebutan Takhta

Liverpool vs Manchester City (Andrew Yates)
07 Oktober 2018 16:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LIVERPOOL - ”Jika tidak untuk menghibur orang lain, untuk apa kami main?”. Begitulah pernyataan Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengenai filosofi permainan timnya.

Klopp menegaskan kembali karakter timnya menjelang duel melawan Manchester City di Anfield, Liverpool, Minggu (7/10/2018) pukul 22.30 WIB. Liverpool bakal mengusung gaya permainan menyerang mereka melawan City yang juga dikenal sebagai tim agresif sejak dibesut Josep “Pep” Guardiola.

Pertarungan di Anfield bakal panas lantaran menjadi panggung perebutan takhta klasemen sementara Liga Premier. Saat ini, kedua tim sama-sama mengantongi 19 poin dalam tujuh laga yang dilalui. Sebelum bentrok di Anfield digelar, City berada di puncak karena unggul selisih gol atas The Reds, julukan Liverpool.

Sayang, modal Liverpool kurang oke sebelum menjamu City. Mereka gagal meraih satu pun kemenangan dalam tiga laga terbaru di semua kompetisi. Mohamed Salah dkk. dua kali gagal menekuk Chelsea masing-masing di Piala Liga dan Liga Inggris, plus kalah 0-1 di kandang Napoli pada Liga Champions tengah pekan lalu. Meski begitu, Klopp tidak akan menerapkan strategi yang mengkhianati filosofi gegenpressing miliknya.

“Ya, jelas sekali. Ini akan jadi laga sangat bagus, laga melawan City akan menjadi sangat bagus [karena kedua tim sama-sama menyerang],” jelas Klopp, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Sabtu (6/10/2018).

Guardiola juga berjanji tidak akan bermain bertahan di Anfield. Pelatih asal Spanyol itu sekaligus memakai istilah “menyerang merupakan pertahanan terbaik” untuk membendung trio Liverpool, Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah. Musim lalu, trisula The Reds tersebut merobek gawang Liverpool hingga tujuh gol!

"Koneksi mereka sangat bagus, Firmino agak ditarik ke belakang, Mane, Salah merupakan pemain yang senang berlari di antara bek lawan. Seperti Marco Reus, [Robert] Lewandowski, dan [Pierre Emerick] Aubameyang saat masih berada di Borussia Dortmund [bersama Kloop]. Kami akan berusaha menjadi diri sendiri dan sebisa mungkin tidak kebobolan,” jelas Klopp, seperti dikutip manchestereveningnews.co.uk.

Guardiola bisa jadi masih trauma dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya melawan Klopp saat kedua manajer ini masih menukangi klub Bundesliga. Eks pelatih Bayern Munich dan Barcelona itu memang memiliki rapor merah kontra Klopp. Dalam 14 duel, tim polesan Guardiola menelan delapan kekalahan melawan tim besutan Klopp.

Tapi Guardiola tentu sudah mempelajari kesalahannya musim lalu. Dalam kunjungan terbaru City di Anfield, David Silva dkk. dihajar Liverpool 0-3. Teror mental juga mereka dapat karena bus yang ditumpangi skuat City diserang pendukung fanatik The Reds. Sejak itulah, Guardiola semakin berambisi untuk bisa menaklukkan The Reds di Anfield.

“Liverpool seharusnya kecewa, bukan saya. Polisi tahu kejadian itu sebelum terjadi, akhirnya benar-benar terjadi,” ujar Guardiola mengungkit insiden musim lalu. (Hanifah Kusumastuti/JIBI)