Porprov Jateng 2018: Sepak Bola Wakil Soloraya Belum Bertaji

Ilustrasi Sepak Bola (Solopos/Whisnu Paksa)
19 Oktober 2018 23:25 WIB Moh Khodiq Duhri Indonesia Share :

Solopos.com, SUKOHARJO — Kesebelasan asal Soloraya meraih hasil kurang memuaskan di laga perdana babak penyisihan grup Porprov Jateng 2018.

Kesebelasan Solo hanya mampu bermain imbang 0-0 kontra juara bertahan Banyumas di Stadion Gelora Merdeka Sukoharjo, Jumat (19/10/2018). Di waktu yang bersamaan, Klaten di luar dugaan dibantai Jepara dengan skor 0-3 di Stadion Trikoyo Klaten. Nasib nahas juga dialami kesebelasan Sragen yang dihajar Kudus dengan skor identik 0-3 di Stadion Taruna Sragen.

Skuat Solo sebetulnya tampil mendominasi permainan. Anak asuh Agung Setyobudi diperkuat sejumlah pemain yang pernah merumput di Liga 3 seperti Ihsan Ramadani, Ricky Junian, Gilang Abi Deva dan lain-lain. Meski banyak menciptakan peluang, tak ada yang bisa dikonversi menjadi gol. Lemahnya penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Ricky Junian dkk.

“Ricky Junian ditempel ketat sama lawan. Ia gagal mengonversi sejumlah peluang yang dimilikinya,” ujar manajer tim sepak bola Solo Sapto Joko Purwadi kepada Solopos.com seusai pertandingan.

Sapto menilai anak asuhnya sebetulnya sudah tampil bagus. Kendati begitu, mereka terlihat masih demam panggung. Menurutnya, para pemain sebetulnya sudah diinstruksikan tim pelatih untuk memainkan bola-bola pendek. Meski begitu, kondisi lapangan kurang mendukung tim untuk mengembangkan permainan. “Lapangan agak keras dan tidak rata sehingga menyulitkan para pemain menjalankan skema permainan,” papar Sapto.

Sapto menyesalkan timnya tidak bisa bermain di Stadion Sriwedari karena digunakan untuk venue cabor lain. Padahal, selama ini tim terbiasa berlatih di Stadion Sriwedari. Bermain di Stadion Gelora Merdeka Sukoharjo membuat kesebelasan Solo seperti memainkan laga away meski berstatus sebagai tuan rumah.

“Di laga berikutnya, kami akan menghadapi Jepara di Stadion Trikoyo Klaten. Bila ingin lolos ke babak berikutnya, kami harus tampil habis-habisan,” jelas Sapto.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Sragen Suwandi mengakui kesebelasan Sragen bermain buruk di laga perdana. Meski bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh penonton, kesebelasan Sragen malah menelan kekalahan telak 0-3. “Kudus itu lawan yang berat. Kami menerima kekalahan ini. Di laga berikutnya, kami harus tampil lebih baik,” papar Suwandi.