Tottenham Hotspur Vs Manchester City: Trauma Guardiola!

Josep Guardiola (Reuters/Jason Cairnduff)
29 Oktober 2018 13:43 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDON - Start Manchester City nyaris sempurna dalam sembilan laga pembuka Liga Premier Inggris musim ini. Raheem Sterling cs. belum pernah kalah dan sempat bertengger di puncak klasemen sementara.

Tapi, tim berjuluk The Citizens tersebut terancam melorot keluar dari zona Big Four apabila sampai menelan kekalahan di markas Tottenham Hotspur pada matchday ke-10 di Stadion Wembley, London, Selasa (30/10/2018) pukul 03.00 WIB. Pada Sabtu (27/10/2018) malam WIB, posisi City di singgasana sementara Liga Premier sudah digeser Liverpool yang menang atas Cardiff City 4-1.

Pertandingan melawan Spurs sendiri masih menyisakan trautama bagi Pelatih The Citizens, Josep "Pep" Guardiola. Sebab kekalahan kali pertama eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut di Liga Inggris diderita ketika melawan Spurs, yakni dengan skor 0-2 pada 2 Oktober 2016.

Pada musim lalu, Guardiola dan pasukannya sebenarnya sudah mampu membalaskan dendam dengan dua kemenangan masing-masing 4-1 di Etihad Stadium dan 3-1 di Stadion Wembley. Hanya, kekalahan pertamanya itu masih terus membekas dan menyisakan trauma bagi Guardiola hingga menjelang lawatan mereka ke Wembley awal pekan ini.

"Itu kekalahan pertamaku dan saya tahu betapa tangguhnya mereka. Musim lalu kami bermain bagus di kandang maupun tandang, namun mereka punya manajer dan para pemain bagus. Selalu berat, itu musim pertamaku di sini, saya tidak menyangka, dan opiniku tidak berubah, kami akan fokus utuk menang," jelas Guardiola, seperti dilansir Manchestereveningnews.co.uk, Minggu (28/10/2018).

Kemenangan di Wembley wajib diporoleh City jika mereka ingin kembali ke puncak klasemen sementara. Sebenarnya, The Citizens tidak perlu cemas jika menengok rekor enam lawatan terbaru mereka ke London. Manchester Biru tak terkalahkan dalam enam laga away paling gres melawan tim-tim Ibu Kota Inggris, termasuk empat kemenangan berutun. Sergio Aguero cs. bahkan akan dinobatkan sebagai tim pertama non-London yang mampu menyebat lima kemenangan beruntun di Ibu Kota Inggris dalam sejarah Liga Premier.

Guardiola mewaspadai taktik Spurs yang kerap berubah-ubah. Dalam data Transfermarkt, Manajer Spurs, Mauricio Pochettino, menerapkan skema yang berubah-ubah di semua kompetisi musim ini. Pelatih asal Argentina ini memiliki variasi 4-2-3-1, 4-3-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 3-4-2-1 untuk dipakai Harry Kane cs.

"Anda tahu sebuah tim melakukan hal sama, itu akan lebih mudah mengontrol mereka. Namun mereka selalu berubah dan terkadang Christian Eriksen bermain di kanan, di tengah, dan di kiri. Terkadang mereka bermain dengan [Heung-min] Son, Delle Alli, tentu saja mereka bisa mengubah sesuka hati, mereka juga mengganti dari empat bek ke lima bek," ulas Guardiola.