Derby County Disingkirkan Chelsea, Lampard Sakit Hati

Frank Lampard (Reuters/Andrew Couldridge)
01 November 2018 22:25 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, LONDONChant “Super Frank” dielu-elukan fans Chelsea ketika tim kesayangan mereka menjamu Derby County pada babak 16 besar Piala Liga di Stamford Bridge, London, Kamis (1/11/2018) dini hari WIB.

Bahkan, chant yang dinyanyikan suporter Chelsea untuk legenda mereka, Frank Lampard, tersebut terdengar hampir setiap 10 menit dalam pertandingan tersebut. Di sudut-sudut Stamford Bridge juga terpampang spanduk, antara lain bertuliskan “Super Frank” atau “Lampard, Legend”. 

Sambutan hangat tersebut jelas menggetarkan hati Lampard meski dirinya datang sebagai musuh bersama Derby County ketika kembali ke markas mantan klubnya, Chelsea. Meski senang dengan sambutan hangan fans Chelsea, Lampard tidak bisa menyembunyikan kegusarannya akibat disingkirkan mantan klubnya. 

Lampard tidak legawa karena sebelum Cesc Fabregas mencetak gol penentu kemenangan bagi Chelsea pada menit ke-41, terjadi pelanggaran yang dibiarkan wasit. Pelanggaran tersebut dilakukan pemain Chelsea, Davide Zappacosta, kepada, pemain Derby, Tom Lawrence. 

Padahal, pelanggaran itu terjadi tepat di depan hakim garis. Alih-alih memberi hadiah free-kick untuk Derby, wasit malah memberi kesempatan Chelsea melakukan throw in. Berawal dari lemparan ke dalam ini akhirnya Fabregas mampu mencetak gol penentu kemenangan bagi tuan rumah.

"Ofisial keempat melihatnya. VAR melihatnya. Saya melihatnya, itu pelanggaran terang-terangan. Saya pikir kami dapat pelanggaran, lihat kembali, itu di wilayah kami. VAR [Video Assistant Referee] seharusnya memperjelas bahwa itu tidak benar. Tapi [VAR] gagal memperjelasnya," ujar Lampard, seperti dilansir Dailymail.co.uk