Alessio Romagnoli: From Zero to Hero

Alessio Romagnoli (Reuters/Daniele Mascolo)
01 November 2018 23:40 WIB Hanifah Kusumastuti Dunia Share :

Solopos.com, MILANFreak goal (gol aneh). Begitu beberapa media Italia menjuluki gol Alessio Romaganoli ke gawang Genoa di San Siro, Milan, Kamis (1/11/2018) dini hari WIB.

Romagnoli mengangkat kaki dan menendang bola dengan ujung kakinya untuk merobek gawang Genoa. Posisi bek berusia 23 tahun sebenarnya kurang ideal untuk mencetak gol, yakni di luar kotak penalti dan membelakangi gawang. Meski demikian, Romagnoli berhasil membobol gawang Genoa.

Gol yang menentukan kemenangan Rossoneri, julukan Milan, itu terjadi hanya beberapa saat sebelum wasit Fabrizio Pasqua meniup peluit akhir pertandingan atau tepatnya menit 90+1’. “Apakah saya harus menembak langsung atau mengumpan silang? [Saya pilih] menembaknya,” jelas Romagnoli mengenai golnya, seperti dilansir Football-italia.net.

Milan unggul terlebih dahulu ketika pertandingan baru berjalan empat menit melalui gol Suso. Meski terus-terusan menyerang, Milan malah kebobolan di menit ke-56. Crossing penyerang Genoa, Christian Kouame, membentur Romagnoli dan memaksa bek Milan itu mencetak gol bunuh diri.

Romagnoli akhirnya menebusnya dengan gol eksentriknya di pengujung laga. “Saya minta maaf atas gol bunuh diriku. Saya tidak beruntung, namun saya bisa bangkit setelahnya. Menurutku, kami terlalu banyak dikritik,” ujar Romagnoli.

Milan mengembalikan keankeran San Siro. Ini merupakan kemenangan kali keenam dalam tujuh laga home terbaru mereka di Seri-A. Padahal, dalam empat pertandingan kandang beruntun sebelumnya, pasukan Gennaro Gattuso gagal mencetak satu pun kemenangan, yakni tiga kali imbang dan sekali kalah.

Gattuso memasang Tiemoue Bakayoko dan Franck Kessie, plus Hakan Calhanoglu di lini tengah Milan dalam formasi 3-5-2 menyusul cedera yang menimpa Lucas Biglia. Pelatih Milan itu menilai Bakayoko memberi pengaruh signifikan dalam upaya timnya mendominasi ball possession.

“Bakayoko bermain bagus hari ini. Kami mengalami peningkatan menguasai bola, namun kemudian kami terlihat takut dan tidak bisa lama membangun permainan dengan baik dari belakang,” ungkap Gattuso.